Rabu, 20 Mei 2026

Video

VIDEO - Rupiah Tembus Rp17.600 di Tengah Perang Timur Tengah, Pengamat Soroti Internal Pemerintah

Sejumlah pengamat menilai konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, serta penutupan Selat Hormuz

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus mengalami pelemahan hingga menembus angka Rp17.600 per dolar AS pada Senin (18/5/2026). Angka tersebut menjadi salah satu posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah dan memicu kekhawatiran di berbagai kalangan.

Sejumlah pengamat menilai konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, serta penutupan Selat Hormuz, menjadi faktor eksternal utama yang menekan pasar keuangan global. Situasi itu membuat investor cenderung menarik dana dari negara berkembang dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS.

Namun demikian, sejumlah analis menilai pelemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor global. Kondisi fiskal dalam negeri, tingkat kepercayaan investor, hingga tata kelola pemerintahan disebut turut memengaruhi kerentanan nilai tukar rupiah terhadap tekanan ekonomi dunia.

Sorotan publik juga mengarah pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari. Pernyataan tersebut menuai kritik karena dianggap kurang mencerminkan dampak nyata pelemahan rupiah terhadap harga kebutuhan pokok, bahan bakar, hingga biaya impor yang pada akhirnya dirasakan masyarakat luas.

Ekonom menilai melemahnya rupiah dapat berdampak pada kenaikan harga barang impor, meningkatnya biaya produksi industri, hingga potensi inflasi di tingkat masyarakat. Selain itu, utang luar negeri pemerintah maupun swasta juga disebut akan semakin berat akibat kenaikan nilai dolar AS.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah dan otoritas keuangan diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional serta meningkatkan kepercayaan pasar agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin dalam. (*)

Host   : Dara Nazila
Editor : Rahmat Erik Aulia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved