Video
VIDEO - Harga Sawit Terjun Bebas Saat Pupuk Melambung
Dari sebelumya Rp 420 ribu per zak, naik Rp 130 ribu menjadi Rp 550 ribu per zak kemasan 50 kilogram.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terjun bebas di Kabupaten Aceh Singkil. Nahasnya terjadi saat harga pupuk dan herbisida melambung tinggi.
Padahal pupuk dan herbisida merupakan biaya paling besar yang dikeluarkan petani dalam perawatan atau pemiliharan kebun kelapa sawit.
Harga TBS kelapa sawit turun dalam dua hari terkahir sampai 36 persen lebih atau Rp 720 per kilogram.
Dari sebelumnya Rp 2.700 menjadi Rp 1.980 per kilogram, Jumat (22/5/2026). Sebaliknya harga pupuk naik rata-rata Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per zak kemasan 50 kilogram.
Bahkan pupuk ada yang naik sampai Rp 130 ribu per zak kemasan 50 kilogram.
Kenaikan tertinggi terjadi pada jenis pupuk Nitrea dengan kandungan Nitrogen 46 persen. Dari sebelumya Rp 420 ribu per zak, naik Rp 130 ribu menjadi Rp 550 ribu per zak kemasan 50 kilogram.
Selain pupuk, herbisida atau racun rumput juga alami kenaikan antara Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu per liter.
Contohnya Roundup, merek herbisida sistemik purna tumbuh dibanrol Rp 95 ribu per liter dari sebelumnya Rp 90 ribu.
Sawit merupakan komoditas andalan Aceh Singkil. Tak mengheranakan jika 70 persen lebih penduduk Aceh Singkil, andalkan hidup dari kelapa sawit.
Mulai dari pemilik kebun, pemanen, tukang babat rumput hingga penyedia jasa angkutan. Sehingga turunya harga sawit saat pupuk tinggi, berdampak pada ekonomi masyarakat Aceh Singkil.
Berdasarkan catatan Kabupaten Aceh Singkil, menempati urutan nomor 2 sebagai daerah dengan kebun sawit terluas di Aceh.
Rincinya luas perkebunan kelapa sawit milik perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) 44.483,12 Ha.
Sementara luas kebun sawit rakyat mencapai 31.351 Ha.(*)
Narator: Dara
Video Editor: Muhammad Anshar