Video
VIDEO - Mensos: Tidak Ada Sogok-menyogok di Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang belum sekolah, putus sekolah.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan proses penerimaan peserta didik di Sekolah Rakyat harus berjalan transparan dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak tertentu.
Penegasan itu disampaikan usai menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat Rintisan Darussaadah di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Senin (8/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Saifullah Yusuf didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, serta Bupati Aceh Besar, Muharram Idris.
Menteri Sosial mengimbau agar tidak ada titipan, suap menyuap, sogok menyogok, maupun praktik KKN dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Semua harus sesuai kriteria dan kondisi riil di lapangan.
Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang belum sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah.
Berdasarkan data pemerintah, terdapat sekitar empat juta anak di Indonesia yang masuk dalam kategori tersebut. Di Aceh Besar, sekitar 400 keluarga telah didatangi langsung oleh tim penjangkauan bersama pemerintah daerah untuk memastikan kelayakan calon peserta didik. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar