Rabu, 10 Juni 2026

Video

VIDEO Mendagri Sebut Banyak Persoalan di Aceh Belum Tuntas

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengungkap masih banyak persoalan yang belum terselesaikan

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Aldi Rani

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengungkap masih banyak persoalan yang belum terselesaikan dalam proses pemulihan pascabencana di Aceh.

Menurutnya, enam bulan pascabencana, berbagai sektor mulai dari perumahan, pendidikan, rumah ibadah hingga infrastruktur dasar masih membutuhkan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Hal itu disampaikan Tito usai Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh yang berlangsung di Ruang Rapat Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Selasa (9/6/2026).

Kasatgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera itu mengungkap, pemerintah memang telah berhasil mengembalikan aktivitas masyarakat ke kondisi normal secara fungsional.

Namun, pemulihan permanen masih membutuhkan waktu karena banyak fasilitas dan infrastruktur yang rusak akibat bencana belum sepenuhnya diperbaiki. Lebih lanjut, Tito mengatakan, untuk mempercepat pemulihan, pemerintah telah menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan berlangsung hingga 2028.

Program tersebut mencakup perbaikan perumahan, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, jalan, jembatan, sarana pertanian, tambak, serta berbagai fasilitas publik lainnya.

Di sisi lain, kata dia, pemerintah pusat juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk penanganan dan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat selama periode 2026-2028.

"Total anggaran yang sudah disetujui oleh Pak Presiden dan DPR itu adalah untuk tiga provinsi ini selama tiga tahun Rp100,1 triliun, dibagi menjadi tiga tahapan, Rp39 triliun, Rp32 triliun, dan Rp28 triliun lebih," jelas Tito.

“Nah di samping itu, di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Rp10,6 triliun tambahan TKD, Transfer Keuangan Daerah. Kita minta teman-teman di daerah, kepala-kepala daerah, untuk menggunakan ini untuk kepentingan menangani bencana di daerah masing-masing,” lanjutnya.

Selain itu, Tito juga mendorong para pimpinan kementerian/lembaga untuk bergerak cepat apabila anggaran senilai Rp39 triliun untuk penanganan bencana tahun ini sudah dicairkan.

“Begitu nanti sudah dicairkan kementerian/lembaga dari Kementerian Keuangan, maka otomatis kita akan segera bekerja cepat untuk mengeksekusi program-program dan kegiatan yang jumlahnya 11.512 kegiatan untuk tiga provinsi,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah akan terus memantau pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi agar seluruh target pemulihan dapat berjalan sesuai rencana.

"Nah ini yang akan kita monitor terus setiap dua minggu nantinya," pungkasnya.

Diketahui, rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, dan didampingi Wagub Aceh Fadhlullah alias Dek Fadh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved