Rabu, 27 Mei 2026

Video

VIDEO - Gempar, Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Raksasa Gazprom di Rusia

Kilang Gazprom Neftekhim Salavat, salah satu yang terbesar di Rusia dengan kapasitas tahunan 10 juta metrik ton

Tayang:

SERAMBINEWS.COM – Serangan udara Ukraina kembali mengguncang jantung industri energi Rusia. Untuk kedua kalinya dalam sepekan, kilang utama milik raksasa energi Gazprom di Republik Bashkortostan menjadi sasaran drone Ukraina, Rabu (24/9/2025).

Kilang Gazprom Neftekhim Salavat, salah satu yang terbesar di Rusia dengan kapasitas tahunan 10 juta metrik ton, diserang pesawat tanpa awak hingga memicu ledakan dan gumpalan asap hitam pekat. Meski belum ada laporan korban jiwa, otoritas setempat menyebut kerusakan masih dalam tahap penaksiran.

“Serangan ini merupakan yang kedua dalam waktu kurang dari seminggu,” ungkap Kepala Daerah Bashkortostan, Radiy Khabirov.

Baca juga: Trump Dukung Ukraina Rebut Kembali Wilayahnya dari Rusia, Sebut Moskow “Macan Kertas”

Kementerian Pertahanan Rusia bungkam soal insiden ini, meski video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap raksasa di atas kompleks kilang.

Pukulan terhadap Energi Rusia

Ukraina dalam tiga hari terakhir meluncurkan ratusan drone ke wilayah Rusia, sebagai balasan atas serangan intensif Moskow ke Kiev. Sejak awal Agustus, setidaknya 10 kilang minyak Rusia telah dihantam, memaksa negeri itu memangkas kapasitas produksi hingga hampir 20 persen.

Akibatnya, Rusia kini menghadapi kelangkaan bensin dan lonjakan harga grosir bahan bakar ke rekor tertinggi. Bahkan perusahaan energi negara, Gazprom Neft, terpaksa menunda pemeliharaan rutin di Kilang Minyak Omsk demi menjaga pasokan domestik.

Baca juga: Ukraina Hancurkan Sistem Pertahanan Udara Rusia Buk-M3 Senilai Rp655 Miliar

Perusahaan pipa raksasa Transneft juga memperingatkan, produksi bisa terus dikurangi bila serangan drone berlanjut merusak infrastruktur vital energi.

Serangan terbaru ini menandai eskalasi perang energi Ukraina terhadap Rusia, yang berpotensi mengguncang pasar bahan bakar global jika terus berlanjut.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved