Kamis, 14 Mei 2026

Masih Terbesar di Sumatra

2012, PT Arun Jadi Terminal Penampungan Gas

Perusahaan penghasil gas alam cair terbesar di Sumatra, PT Arun LNG akan dikonversi

Tayang:
Editor: bakri
MEDAN  - Perusahaan penghasil gas alam cair terbesar di Sumatra, PT Arun LNG akan dikonversi (diubah) menjadi terminal resiving (penerimaan) gas. Direncanakan proses ini akan dimulai tahun depan (2012). Sama seperti saat ini, status PT Arun sebagai terminal penerimaan gas juga yang terbesar di Sumatra.  

Kabar itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR-RI Daerah Pemilihan NAD-II, Muhammad Azhari kepada Serambi, di Medan, Sabtu (30/7). “PT Arun akan dijadikan sebagai tempat penampungan gas untuk didistribusikan kembali, misalnya  ke PIM, AAF, KKA dan industri kecil lainnya yang ada di Sumatra. Dan pemerintah sudah bertekad dengan rencana itu,” kata dia.

Komisi VI DPR RI tempat Azhari bernaung, membidagi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM, BUMN dan Standarisasi Nasional. Anggota DPR dari Fraksi Demokrat ini berada di Medan di sela-sela reses masa persidangan ke-4 tahun 2010-2011. Selama reses, ia juga mengunjungi almamaternya di Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan, dan dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni PTKI periode 2011-2014.

Menurut Azhari, gas yang akan ditampung di terminal PT Arun nantinya berasal dari perusahan gas di Kalimantan Timur, Sonora, dan gas-gas dari daerah lain.

Langkah ini, kata Azhari, dilakukan pemerintah dalam rangka mempertahankan posisi Aceh sebagai salah satu lumbung energi nasional. Karena itu, pemerintah tidak hanya membenahi PT Arun, tapi juga beberapa perusahaan industri besar lainnya.

Dua perusahaan lainnya yang juga akan dibenahi adalah PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Azhari mengatakan, pemerintah sudah menyetujui untuk menghidupkan kembali perusahaan kertas ini pada 2012 mendatang.  “Tahun depan (tahun 2012) KKA diharapkan sudah harus beroperasi kembali,” kata dia. Sementara untuk PT Aceh Asean Fertilizer (AAF) direncanakan akan dilikuidasi menjadi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) III.

Wakil sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menambahkan, saat ini pemerintah sedang memperbaiki kebijakan-kebijakan menyangkut perusahaan-perusahaan besar gas dan minyak bumi. Kendati harus menghormati kontrak yang masih cukup panjang, seperti kontrak Pupuk Iskandar Muda (PIM) selama 30 tahun. “Namun pemerintah telah menetapkan, tahun depan tak boleh lagi  ada kontrak panjang di dalam negeri. Selain itu, utang PIM yang jumlahnya cukup besar mencapai Rp 1,3 triliun akan direstrak menjadi utang negara,” kata dia.(lau)

pt arun natural gas liquefaction
Jenis    : Perusahaan umum tertutup
Industri    : Gas alam
Didirikan : 16 Maret 1974
Kantor pusat  : Lhokseumawe, Indonesia
Daerah layanan  : Indonesia & Asia
Tokoh penting : Fauzi Husin (Presiden Direktur) , Fuad Bukhari (Wakil Presiden)
Produk        : Gas alam cair
Karyawan    : 430 (data sampai November 2010)
Situs web    : ArunLNG.co.id
(sumber:wikipedia.org)

tahun penting dalam sejarah pt arun
* 1968 Mobil Oil melakukan kontrak bagi hasil dengan Pertamina untuk pencarian sumber-sumber minyak dari perut Bumi di darat maupun di lepas pantai
* Tahun 1969, Mobil Oil mulai mengerahkan pencariannya di Aceh dengan fokus utama di Aceh Utara.
* Tanggal 24 Oktober 1971, gas alam yang terkandung di bawah desa Arun ditemukan dengan perkiraan cadangan mencapai 17,1 trilyun kaki kubik. Hari itu merupakan hari ke-73 sejak uji eksplorasi yang dipimpin Bob Graves, pimpinan eksplorasi Mobil Oil di Aceh, dimulai.
* Tahun 1972 ditemukan sumber gas alam lepas pantai di ladang North Sumatra Offshore (NSO) yang terletak di Selat Malaka pada jarak sekitar 107,6 km dari kilang PT Arun di Blang Lancang.
* Tanggal 16 Maret 1974, PT Arun didirikan sebagai perusahaan operator. Perusahaan ini baru diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 September 1978 setelah berhasil mengekspor kondensat pertama ke Jepang (14 Oktober 1977).
* Tahun 1998 dilakukan pembangunan proyek NSO “A” yang diliputi unit pengolahan gas untuk fasilitas lepas pantai (offshore) dan di PT Arun.
(Disarikan dari situs wikipedia.org )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved