Berita Aceh Timur
Penjual Air Kelapa di Aceh Timur Ditolak Rumah Sakit saat Berobat Karena Desil 8+
Padahal kenyataannya, Samsul hanyalah pedagang air kelapa kecil-kecilan di depan rumahnya.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Subur Dani
Ringkasan Berita:
- Samsul Bahri, pedagang air kelapa di Banda Alam, Aceh Timur, ditolak berobat di RS Cut Mutia Langsa.
- Alasannya: ia tercatat sebagai warga desil 8 (kategori sangat sejahtera) dalam sistem provinsi, meski data Kemensos menempatkannya di desil 6.
- Selang pasca operasi batu ginjal masih tertinggal di perutnya, menimbulkan rasa sakit dan risiko komplikasi serius.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Penjual air kelapa di Seuneubok Pango, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Samsul Bahri (48) ditolak saat berobat, karena tercatat sebagai warga sangat sejahtera dengan desil 8+ dalam Sistem Data Tinggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Operasi batu ginjal pertama di bulan puasa 2026, saat itu belum berlaku aturan pergub JKA ini, saat saya kembali kemarin ke RS Cut Mutia Langsa, dokter bilang enggak bisa ditangani lagi karena saya desil 8 dan harus berobat secara mandiri," tuturnya.
Baca juga: Tiga Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Aparat saat Demo Pergub JKA, KKJ Aceh Desak Kapolda Bertindak
Padahal kenyataannya, Samsul hanyalah pedagang air kelapa kecil-kecilan di depan rumahnya.
Ia tak punya motor, juga tidak memiliki tanah, hanya mengandalkan kios sederhana disepetak tanah warisan ibunya untuk menyambung hidup
Musibah Samsul bermula saat operasi batu ginjal yang ia jalani saat bulan Ramadhan 2026.
Saat itu, sebuah selang ditanam didalam perut sebagai bagian dari prosedur operasi, alat medis itu lazimnya dilepas di bulan Mei 2026 ini sesuai jadwal yang sudah ditentukan agar mencegah permasalahan serius lainnya.
Baca juga: Segera Dibangun di Kota Subulussalam, Anak Aceh Singkil Bisa Masuk Sekolah Nasional Terintegrasi
Namun ketika Samsul kembali ke RS Cut Mutia Langsa, untuk melepas selang tersebut, ia justru dipulangkan tanpa penanganan.
Kini Samsul merasakan perih saat duduk, ia menahan semua sakit iri yang bersarang di perut sebelah kanannya.
"Saat saya duduk ini terasa sangat sakit, seperti ditusuk-tusuk, jadi saya tahan," ungkapnya.
Samsul mengungkap, ia bersama istrinya yakni Zuraida, sudah berjuang mati-matian mengurus administrasi agar desil mereka diperbaiki.
Mereka mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Timur, pihak Dinsos menyatakan bahwa desil Samsul sudah diturunkan.
Baca juga: AS Hapus Uang Jaminan Visa Rp240 Juta untuk Penggemar Piala Dunia 2026
Zuraida kemudian membawa suaminya kembali ke Rumah Sakit, namun harapan itu kandas data sistem provinsi Aceh belum berubah Samsul masih tercatat sebagai warga desil 8 dan mereka kembali ditolak.
Istri Samsu itu mengungkapkan ada ketidaksamaan antara data milik Kementerian Sosial (Kemensos) dengan data Provinsi Aceh.
Dalam data DTSEN Kemensos, Samsul tercatat di desil 6. Namun begitu NIK-nya dimasukkan ke sistem data provinsi, ia muncul sebagai warga sejahtera desil 8.
Baca juga: Takut Ditabrak Drone Hizbullah, Israel Balut Kendaraan Tempurnya dengan Jaring
"Lihat saja keluarga kami. Kerja kami cuma jualan kelapa, tinggal di kios kecil, tidak punya aset, tidak punya kendaraan kenapa bisa desil 8?" ujar Zuraida.
Zuraida melanjutkan, ia selalu dilanda kecemasan melihat kondisi suaminya, selang yang tertinggal di dalam perut itu buka perkara sepele. Jika terlambat dilepas, komplikasi serius bisa mengancam jiwa.
"Itu perlu langsung dikeluarkan, sementara rumah sakit tidak mau karena aturan pergub JKA itu. Mau berobat mandiri kami juga tidak punya uang," ungkapnya.(*)
| Polsek Peureulak Timur Tanam Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 |
|
|---|
| Turnamen Piala Bupati Aceh Timur Dimulai Sore Ini, 30 Klub Pelajar Siap Bersaing |
|
|---|
| Cegah Penyelahgunaan Narkoba, Dansatgas TMMD Ajak Warga Jadi Pelopor Penangkalnya |
|
|---|
| Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pria di Aceh Timur Diringkus Polisi |
|
|---|
| MaTA Temukan Indikasi Korupsi di Proyek Jalan Kuta Binjei-Alue Ie Mirah, Desak Polda Lakukan Lidik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SAMSUL-BAHRI-PENJUAL-KELAPA.jpg)