Jumat, 12 Juni 2026

Taruma Setelah Digampar Ibu Guru

Murid Kelas V SDN Kuala Bubon Mogok

Akibat trauma setelah digampar ibu guru, murid kelas V SD Kuala Bubon Aceh Barat Mogok Sekolah

Tayang:
Editor: ampuh
Laporan wartawan Serambinews.com, dedi

MEULABOH - Karena trauma, sepuluh murid kelas V SDN Kuala Bubun, Aceh Barat,  hari Rabu (14/9) mogok sekolah. Pasalnya, oknum guru berinisial RH, menggampar mereka hanya tak bisa menjawab pertanyaan pelajaran IPS. Kasus penganiayaan itu sudah diadukan dan saat ini dtangani komite sekolah tersebut.

Keterangan yang dihimpun Serambinews.com dari pengakuan keluarga korban juga warga yang melihat langsung kejadian itu, mengatakan bermula ketika oknum ibu guru RH yang mengajar pelajaran IPS di kelas V Selasa (13/9) menampar semua murid (sebanyak 10 orang) akibat tidak bisa menjawab pertanyaan yang dia ajukan.

Disebutkan, oknum guru itu membariskan para murid-muridnya di depan kelas, sambil mengeluarkan kata-kata kasar menampar satu persatu. Karena murid merasa takut dan trauma, sehingga mereka serentak tidak mau datang ke sekolah.

Buntut penganiayaan itu membuat sejumlah orangtua murid mendatangi SDN Kuala Bubon. Sebab, sebagian anak mereka dilaporkan sakit dan demam tinggi.

Kepala Sekolah SDN Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Cut Ratna yang dikonfirmasi, membenarkan para murid kelas V tidak hadir ke sekolah, mungkin masih takut. “Sebenarnya jumlah murid kelas V ini ada 11 orang, namun saat kejadian seorang murid tak hadir karena sakit. Sehingga semua murid yang berjumlah 10 orang yang hadir terkena hukuman yang diberikan. Namun saya tak begitu paham bagaimana aksi pemukulan itu dilakukan, karena saat kejadian saya tak melihatnya,” papar Cut Ratna.

Cut Ratna mengaku kasus itu sudah diserahkan kepada komite sekolah beserta Kepala UPTD Dinas Pendidikan wilayah Kecamatan Samatiga. Rencananya pihak Komite Sekolah dan pihak dinas akan mengambil keputusan hari ini, Rabu (14/9).

Sementara,  Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Bismi SPd yang dkikonformasi,  mengaku belum tahu persis kejadiannya. Pihaknya sudah menurunkan tim dari UPTD Dinas Pendidikan di Kecamatan Samatiga untuk melakukan penyelidikan. "Kita tunggu hasilnya agar leboh jelas duduk persoalannya,” ujar Bismi (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved