Jumat, 12 Juni 2026

Kesehatan Warga Aceh Terburuk

Kondisi kesehatan masyarakat Aceh masih buruk dibanding provinsi lain di Indonesia dimana Aceh berada di urutan 31

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Kesehatan Warga Aceh Terburuk
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia dari seluruh mengikuti seminar kesehatan di Hotel Lido Graha Lhokseumawe yang di gelar Ikatan Dokter Indonesia IDI), Aceh Utara dan Lhokseumawe. Foto Direkam, Sabtu. 17/9).SERAMBI/JAFARUDDIN
LHOKSEUMAWE - Kondisi kesehatan masyarakat Aceh masih buruk dibanding provinsi lain di Indonesia dimana Aceh berada di urutan 31 dari 33 provinsi. Salah satu indikasinya adalah hingga kini masih ditemukan anak-anak yang gizi buruk dan bahkan stunting (cebol) di beberapa kabupaten/kota di Aceh.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer Kemenkes RI, Dr Abidinsyah Siregar DHSM MKes saat menjadi pemateri dalam seminar kesehatan yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Utara-Lhokseumawe di Lhokseumawe, Sabtu (17/9).

“Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak tahun 2007, daerah-daerah yang mengalami masalah kesehatan terutama di bagian utara, barat dan selatan Aceh. Setelah Aceh disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gorontalo,” kata Abidinsyah.

Dijelaskan, penelitian yang dilakukan pihaknya antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak, program gizi, Keluarga Berencana (KB), dan sanitasi. Dari penelitian tentang program gizi, masih ditemukan gizi kurang bahkan gizi buruk, sehingga banyak anak Aceh lahir tak normal dan stunting.

Hal lain yang ditemukan dalam penelitian itu, lanjut Abidinsyah,  masih tingginya gangguan pembuluh darah. Untuk mengatasi masalah itu, menurutnya, perencanaan harus dlakukan berbasis masalah sesuai dengan UU Nomor 56 Tahun 2009. “Kondisi ini menjadi tantangan bagi para pembuat kebijakan dalam pemerintahan daerah setempat dan harus menjadi prioritas seperti dalam penganggaran,” ujarnya.

Sementara Marita Kaniatiawati, dosen Intitut Teknik Bandung dalam materinya menyebutkan, penyakit jantung hingga kini masih menjadi nomor satu penyebab kematian manusia. “Kematian akibat serangan jantung di Indonesia mencapai 26-30 persen. Sementara kolesterol mencapai 18 persen dari jumlah penduduk. Bahkan sebagian mereka terindikasi penyakit berisiko, seperti serangan jantung, stroke, diabetes dan darah tinggi,” katanya.(c37)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved