Di Neuheun, Telkomsel Payah
Saya tidak mengerti, mengapa operator telekomunikasi terbesar di Indonesia bisa punya masalah seperti ini
Layanan data pun punya problem yang sudah lebih 1 tahun tak kunjung diperbaiki. Di beberapa wilayah di Aceh, pelanggan telah lama bisa menikmati layanan jaringan 3G, di Neuheun, Aceh Besar, sinyalnya loncat-loncat dari GPRS ke EDGE. Ketika gadget menerima sinyal EDGE, apa yang terjadi kemudian? Koneksi terputus dan harus menunggu sampai sinyal kembali ke GPRS. Hebat bukan?
September 2010, saya pernah menghubungi Costumer Care Telkomsel guna melaporkan gangguan tersebut. Petugas di ujung telpon meminta saya menunggu maksimal 7x24 jam. Katanya akan segera diperbaiki. Komplain juga saya layangkan via email. Saya menunggu.
Februari 2011, problem masih belum terselesaikan. Saya kesal dan menggunting sim card saya, 081360068111, yang telah saya gunakan bertahun-tahun.
Bulan lalu, saya iseng beli simcard Kartu As baru dan berharap problem itu telah diperbaiki. Namun apa yang saya dapatkan? Hingga 18 September 2011, problem tersebut masih saja belum diselesaikan. Ada apa dengan provider yang satu ini? Saya berencana untuk menggunting lagi sim card saya pada bulan depan jika teknisi Telkomsel masih saja tidur.
Pada kesempatan ini saya ingin mengundang provider lain agar lebih menggencarkan promosi ke wilayah ini. Berikan kami layanan yang lebih baik dari apa yang mampu ditawarkan Telkomsel. Di sini penduduknya banyak, ada 8 komplek perumahan di satu desa saja dengan jumlah jiwa lebih dari 9.000 orang. Ada komplek perumahan Korban Tsunami Gampong Lam Ujong, Buddha Tsu Chi, Cinta Kasih, Nurani Mandiri, Perumnas Ujong Batee, Let Bugeh, komplek perumahan bantuan Arab Saudi dan perumahan warga asli Neuheun.
Saat saya sedang menuliskan email ini (17/09/2011 13:13 WIB), di sini sedang mati lampu, sinyal Telkomsel juga sudah pergi jauh, Emergency Calls Only. Error sepanjang masa.
Rahmatul Fahmi
Warga Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.