Bupati Aceh Singkil Meninggal

Innalillahi wainnalillahi rajiun. Bupati Aceh Singkil, H Makmur Syahputra SH MM, Sabtu (15/10) sekitar pukul 13.17 WIB kemarin

Bupati Aceh Singkil Meninggal
Para pelayat melihat jenazah almarhum H.Makmursyah Putra SH MM, Bupati Aceh Singkil yang meninggal, Sabtu (15/10) sekitar pukul 13.17 WIB. SERAMBI/KHALIDIN
SINGKIL - Innalillahi wainnalillahi rajiun. Bupati Aceh Singkil, H Makmur Syahputra SH MM, Sabtu (15/10) sekitar pukul 13.17 WIB kemarin, dilaporkan meninggal dunia dalam usia 55 tahun karena sakit, di rumah seorang anaknya dan akan dimakamkan Minggu (16/10) hari ini, di Subulussalam.

Almarhum Makmur menghembuskan napas terakhirnya di kediaman anak pertamanya Adi Syahputra, di Jalan Teuku Umar, Desa Subulussalam, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam, yang hanya berjarak sekitar 2 Km dari rumah pribadinya di Lae Kombih, yang juga di wilayah kecamatan yang sama.

Menurut kabar, pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB, almarhum meminta agar dia dibawa ke rumah sang anak. Pada Sabtu (15/10) pagi kemarin, sempat pula ada rencana untuk membawa almarhum ke rumah sakit di Medan, Sumatera Utara. Namun, takdir berkata lain karena sekitar pukul 13.17 WIB, Makmur menghembuskan napas terakhir untuk menghadap Sang Pencipta.

Semasa hidupnya, Makmursyah Putra pernah memangku sejumlah jabatan penting di Aceh Singkil maupun saat masih berinduk ke Kabupaten Aceh Selatan, antara lain sebagai Pembantu Perwakilan (PP) Bupati di Singkil. Ia salah seorang yang ikut memprakarsai dan memperjuangkan terwujudnya Kabupaten Aceh Singkil.

Sebagai seorang putra asli Aceh Singkil, Makmur Syahputra juga kemudian dipercayakan menjadi Penjabat Bupati serta Bupati defenitif perdana Aceh Singkil (2000-2005). Bahkan hingga akhir hanyatnya, Makmursyah Putra bersama wakilnya Drs H Khazali Bahar, masih menjabat sebagai Bupati Aceh Singkil untuk periode kedua hingga 5 Maret 2012.

Kabag Humas dan Protokoler Aceh Singkil, Khaldum BK, kepada wartawan yang meliput di rumah duka di Jalan Raja Syamsuddin Bancin, Lae Kombih, Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam, menjelaskan bahwa Makmursyah Putra juga tercatat sebagai seorang pejuang pemekaran Kota Subulussalam. “Almarhum juga memimpin DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) selama dua periode hingga sekarang,” katanya.

Ratusan kerabat dan masyarakat Aceh Singkil dan Subulussalam tampak ikut melayat ke rumah duka. Makmur Syahputra meninggalkan enam orang putra dan putri buah perkawinan dengan Sriaton Manik SPd dan mantan istrinya Ny Nur Khalifah SH. Makmur meninggal dunia dalam usia 55 tahun dan sekira empat bulan terakhir menderita sakit parah.

Menurut Khaldum, prosesi pemakaman almarhum rencananya digelar semi militer pada hari ini, Minggu (16/10) di Pemakaman Keluarga Raja Penanggalan, di Desa Penanggalan, Subulussalam. “Ditundanya pemakaman atas permintaan salah seorang putra almarhum yang sedang dalam perjalanan pulang dari Banda Aceh,” pungkasnya.(kh/c39)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved