Senin, 4 Mei 2026

SMP Negeri 7 Lhokseumawe

Lengkapi Fasilitas, Tingkatkan Kualitas

SEJAK didirikan tahun 1960-an, SMPN-7 Lhokseumawe langsung menjadi salah sekolah favorit di kota Petro Dolar ini. Kala itu, sekolah ini berlokasi

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Lengkapi Fasilitas, Tingkatkan Kualitas
PELAJAR SMPN-7 Lhokseumawe mengikuti proses belajar di sekolah setempat. SERAMBI/JAFARUDDIN
SEJAK didirikan tahun 1960-an, SMPN-7 Lhokseumawe langsung menjadi salah sekolah favorit di kota Petro Dolar ini. Kala itu, sekolah ini berlokasi di kawasan Simpang Buloh Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe, dan dikenal dengan nama SMP Swasta Cunda.

Setelah 15 tahun menyandang status swasta, pada tahun 1975 sekolah ini  dinegerikan dan namanya berubah menjadi SMPN Cunda. Sejak tahun 2002, sekolah tersebut resmi menyandang nama SMPN-7 Lhokseumawe.

Kendati fasilitasnya terasa semakin minim, tapi sekolah ini tetap menjadi favorit. Buktinya, jumlah pelamar setiap tahun ajaran baru jauh melebihi daya tampung. “Daya tampung tiap tahunnya hanya sekitar 280 orang. Sedangkan pelamarnya mencapai 400 orang lebih,” kata kepala SMPN-7 Syamsul Bahri SPd.

Kini jumlah murid di sekolah tersebut dengan 28 ruangan belajar mencapai 864 siswa. Tapi, masih ada tiga ruangan yang belum layak pakai, karena setiap hujan selalu tergenang air.

Menurut Syamsul, dirinya menargetkan tahun 2012 semua fasilitas di sekolah sudah mencukupi yaitu fasilitas laboratorium IPA dan juga ruang komputer, sehingga pihaknya bisa mengusulkan sekolah tersebut mendapat akreditasi A.

“Target saya pula tahun 2012, saya bisa mengusulkan menjadi sekolah  Rintisan  sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), seperti yang pernah saya rintis di sekolah lain saat saya masih menjadi kepala,” katanya.

Jumlah guru di SMPN-7 mencapai 75 orang, dengan jenjang pendidikan SMA, Diploma Satu (S-I), Diploma dua (D-II) dan Diploma Tiga (D-III), bahkan lebih didominasi strata satu (S1). Sedangkan alumni sekarang sudah mencapai puluhan ribu.

“Kita terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan pembagian tugas kepada semua guru masing masing, sehingga mereka memiliki tanggung jawab untuk sama sama meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.(jafaruddin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved