Berita Internasional
Update Perang Iran Hari ke-64: Trump Tolak Proposal Iran, Ancaman Konflik Berkepanjangan Menguat
Memasuki hari ke-64 konflik antara Amerika Serikat dan Iran, upaya diplomasi kembali menghadapi hambatan serius.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Update Perang Iran Hari ke-64: Trump Tolak Proposal Iran, Ancaman Konflik Berkepanjangan Menguat
SERAMBINEWS.COM- Memasuki hari ke-64 konflik antara Amerika Serikat dan Iran, upaya diplomasi kembali menghadapi hambatan serius.
Dilansir melalui Aljazeera (2/5/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan Teheran.
Ia menilai tuntutan dalam proposal tersebut tidak realistis dan tidak bisa diterima oleh Washington.
Trump bahkan memperingatkan bahwa mengakhiri konflik terlalu cepat tanpa kesepakatan yang kuat hanya akan memicu krisis baru dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, ketegangan juga meningkat di jalur perdagangan energi global, khususnya di Selat Hormuz.
Baca juga: IDF: Tanpa Memusnahkan Uranium, Perang Iran Bisa Berakhir Gagal dan Memalukan
Pemerintah AS mengeluarkan peringatan keras bahwa kapal-kapal yang membayar biaya atau tol kepada Iran untuk melintasi selat tersebut dapat dikenakan sanksi.
Langkah ini menandakan sikap Washington yang semakin tegas terhadap aktivitas ekonomi Iran di tengah konflik yang belum mereda.
Sementara itu, situasi di dalam negeri Iran juga tidak kalah kompleks.
Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei menyerukan kepada rakyatnya untuk memperkuat “perang ekonomi” dan melawan tekanan dari luar.
Seruan ini muncul di tengah kondisi ekonomi yang tertekan akibat sanksi berkepanjangan dan dampak perang yang terus berlangsung.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Tempat Amerika di Teluk Persia Hanya di Dasar Laut
Selain itu, militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan akan menerapkan “aturan baru” di wilayah perairannya, sebagai bagian dari strategi memperkuat kontrol dan keamanan di kawasan.
Di bidang diplomasi, Amerika Serikat juga meningkatkan tekanan dengan menjatuhkan sanksi tambahan terhadap jaringan ekspor minyak Iran, termasuk perusahaan yang berbasis di China.
Langkah tersebut memicu reaksi dari Beijing yang menilai sanksi itu sebagai tindakan sepihak yang melanggar hukum internasional.
Tidak hanya itu, Washington juga menyetujui penjualan peralatan militer bernilai miliaran dolar ke sejumlah negara sekutu di Timur Tengah, termasuk Israel dan negara-negara Teluk.
Baca juga: Kesal tak Bantu AS dalam Perang Iran, Pentagon akan Tarik 5.000 Tentara dari Jerman
| AS Disebut Siapkan Invasi Kuba, Penumpukan Militer Karibia Picu Ketegangan Baru |
|
|---|
| Iran Klaim Punya Pertahanan Udara Baru, Benarkah Mampu Hadang Serangan AS? |
|
|---|
| Tegas! Pemerintah Italia Sita Aset Bos Mafia Senilai Rp4,1 T di 9 Negara |
|
|---|
| Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Empat Anak Jadi Korban di Tengah Gencatan Senjata Rapuh |
|
|---|
| Israel 'Menggila' di Lebanon, Puluhan Tewas dan Anak-anak Jadi Korban Serangan Brutal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengunggah-pidato.jpg)