Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Internasional

Update Perang Iran Hari ke-64: Trump Tolak Proposal Iran, Ancaman Konflik Berkepanjangan Menguat

Memasuki hari ke-64 konflik antara Amerika Serikat dan Iran, upaya diplomasi kembali menghadapi hambatan serius.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Istimewa
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengunggah pidato terbarunya di media sosial Truth Social yang berisi pernyataan tegas terkait serangan militer terhadap Iran. (Dok./Truth Social) 

Update Perang Iran Hari ke-64: Trump Tolak Proposal Iran, Ancaman Konflik Berkepanjangan Menguat

SERAMBINEWS.COM- Memasuki hari ke-64 konflik antara Amerika Serikat dan Iran, upaya diplomasi kembali menghadapi hambatan serius.

Dilansir melalui Aljazeera (2/5/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan Teheran.

Ia menilai tuntutan dalam proposal tersebut tidak realistis dan tidak bisa diterima oleh Washington.

Trump bahkan memperingatkan bahwa mengakhiri konflik terlalu cepat tanpa kesepakatan yang kuat hanya akan memicu krisis baru dalam beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, ketegangan juga meningkat di jalur perdagangan energi global, khususnya di Selat Hormuz.

Baca juga: IDF: Tanpa Memusnahkan Uranium, Perang Iran Bisa Berakhir Gagal dan Memalukan

Pemerintah AS mengeluarkan peringatan keras bahwa kapal-kapal yang membayar biaya atau tol kepada Iran untuk melintasi selat tersebut dapat dikenakan sanksi.

Langkah ini menandakan sikap Washington yang semakin tegas terhadap aktivitas ekonomi Iran di tengah konflik yang belum mereda.

Sementara itu, situasi di dalam negeri Iran juga tidak kalah kompleks.

Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei menyerukan kepada rakyatnya untuk memperkuat “perang ekonomi” dan melawan tekanan dari luar.

Seruan ini muncul di tengah kondisi ekonomi yang tertekan akibat sanksi berkepanjangan dan dampak perang yang terus berlangsung.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Tempat Amerika di Teluk Persia Hanya di Dasar Laut

Selain itu, militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan akan menerapkan “aturan baru” di wilayah perairannya, sebagai bagian dari strategi memperkuat kontrol dan keamanan di kawasan.

Di bidang diplomasi, Amerika Serikat juga meningkatkan tekanan dengan menjatuhkan sanksi tambahan terhadap jaringan ekspor minyak Iran, termasuk perusahaan yang berbasis di China.

Langkah tersebut memicu reaksi dari Beijing yang menilai sanksi itu sebagai tindakan sepihak yang melanggar hukum internasional.

Tidak hanya itu, Washington juga menyetujui penjualan peralatan militer bernilai miliaran dolar ke sejumlah negara sekutu di Timur Tengah, termasuk Israel dan negara-negara Teluk.

Baca juga: Kesal tak Bantu AS dalam Perang Iran, Pentagon akan Tarik 5.000 Tentara dari Jerman

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved