Petir Sambar Lima Warga Subulussalam
Lima warga Dusun I, Desa Sikerabang, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam luka parah akibat disambar petir, Senin (21/11) sore
Korban lainnya adalah Devi Haryati (10), murid kelas IV SD, Ruhiyat (33), Dewi Kurnia (28), dan Nandang (32). Kepala Desa Sikerabang, Jimmi yang didampingi unsur muspika setempat kepada Serambi, Selasa (22/11) kemarin mengatakan, musibah itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat kejadian, Sumiati dikabarkan sedang memetik rambutan bersama keponakannya, Devi Haryati di halaman rumahnya. “Nggak ada kilat, tiba-tiba saja suara petir menggelar dan menyambar tangan saya,” kata Sumiati.
Disambar petir, wanita itu tumbang. Ia mengaku nyaris pingsan, karena selain mengalami luka bakar, tubuhnya juga terkena serpihan atap asbes yang jatuh akibat gelegar petir.
Ibu dua anak ini sempat mengira dirinya tersetrum listrik karena panas yang ia rasakan luar biasa. Kerasnya suara petir dan pekik korban membuat warga di sekitar gempar dan berlari ke lokasi kejadian untuk menolong para korban.
Sementara Devi Haryati yang terluka wajahnya terkena serpihan atap asbes tampak masih syok dengan peristiwa yang menimpanya.
Kepada wartawan, Devi menceritakan betapa kerasnya suara petir yang tiba-tiba menyambarnya. Ibunya, Miswati (34), menambahkan, “Saya juga terkejut karena suaranya seperti bom. Saya pikir mata anak saya ini buta karena dia menjerit kepanasan.”
Selain melukai warga, petir juga merusak dua rumah, masing-masing milik Nek Swaningsih (69) dan Heri Suheri (35). Rumah Swaningsih rusak berat karena atap dan sebagian plafonnya runtuh. Bahkan jaringan listrik di rumah tersebut hancur total.
Tak hanya rumah Swaningsih, sejumlah rumah di sekitar itu pun mendadak gelap akibat jaringan listrik rusak disambar petir.
Selain itu, sekurangnya delapan warga juga melapor bahwa mereka mengalami kerusakan barang-barang elektronik seperti televisi, kulkas, rice cooker, dan dispenser, akibat sambaran petir pada Senin sore itu.
Hingga berita ini dikirim dari Subulussalam kemarin sore, korban Sumiati masih dirawat di Puskesmas Penanggalan karena luka serius pada kedua tangan dan sebagian tubuhnya.
Sementara itu, empat korban lainnya dirawat di rumah masing-masing karena hanya mengalami luka ringan. Pihak terkait menaksir kerugian materi mencapai Rp 40 juta lebih. Ini karena selain rumah, puluhan peralatan elektronik dan instalasi listrik di rumah para korban juga rusak total. Korban berharap rumah mereka yang rusak mendapat bantuan dari pemko setempat.
Musibah yang menimpa lima warga di Desa Sikerabang, Kecamatan Longkib itu ternyata menggugah Komandan Kodim (Dandim) 0109 Aceh Singkil Letkol Inf Afson R Sirait. Dandim mengutus Pasiter Dim 0109 Singkil, Kapten Inf Gempa Armogan turun ke lokasi untuk melihat para korban dan rumah yang disambar petir itu.
Kapten Gempa yang didampingi Muspika Longkib menyerahkan bantuan sembako berupa beras dan mi instan kepada keluarga korban. Selain melihat rumah korban, Pasiter Kapten Gempa juga mengunjungi Suamiati yang sedang dirawat di Puskesmas Penanggalan.
Selain Kodim, korban juga dibesuk Kapolsek Longkib Ipda Adriamus, Camat Longkib Mawardi, Danramil 10/Longkib Kapten Inf Oktavian, serta pegawai Badan Penanggulangan Bencana Kota Subulussalam. (kh)