Maut di Warung Kebun
AREAL perkebunan PT Satya Agung, Krueng Jawa, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara berjarak sekitar 30 kilometer
Perjalanan mengikuti jalan lurus hingga ke Cot Matahe. Dari Cot Matahe (simpang line pipa), langsung lurus lagi hingga ke Mbang, ibu kota Kecamatan Geurudong Pase.
Selanjutnya dari ibu kota kecamatan (Simpang Mbang) belok kanan mengikuti jalan kebun sejauh lebih kurang 10 kilometer hingga akhirnya jumpa sebuah bukit.
Setelah melewati bukit, akan jumpa simpang tiga, kemudian belok kanan dan mengikuti ruas jalan beberapa kilometer hingga bertemu sungai. Setelah menyeberang sungai, belok ke kiri dan sekitar dua kilometer akan bertemu barak di antara pohon sawit dan karet. Itulah barak perusahaan perkebunan PT Satya Agung.
Jumlah barak sekitar 20 pintu. Di depan barak ada sebuah kantin (warung). Di warung itulah, menjelang tengah malam, Minggu (4/12), terjadi insiden pemberondongan yang menewaskan tiga penderes yang bekerja di perusahaan tersebut.
Menjelang tengah malam itu, masih ada sejumlah pekerja ngopi di warung sambil nonton tv dan berbincang sesama mereka. Mereka duduk berjejer di bangku panjang dalam warung. Pelaku masuk, meminta KTP, menanyakan asal, dan pada detik-detik selanjutnya memberondong secara membabibuta dengan senjata laras panjang. Korban berjatuhan dan tergeletak mandi darah di bawah dan samping bangku. Tiga di antaranya dipastikan tewas di tempat. Warung di tengah areal perkebunan itu pun berubah layaknya ‘pentas’ kematian.(bah/nas)