Abdya Kumpulkan PAD Bijih Besi Rp 2,224 Miliar
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2011
Kepala Distamben Abdya, Drs Ikhsan yang dihubungi Serambi, Selasa (13/12) menjelaskan, target PAD 2011 Rp 8,4 miliar itu semula diharapkan masuk dari retribusi lampu jalan, retribusi perizinan dan dan donasi bijih besi yang diekspor oleh tiga perusahaan pertambangan yang beroperasi di daerah itu.
“Sampai awal Desember 2011, total pemasukan PAD Distamben Rp 4,5 miliar, sebanyak Rp 2,224 miliar atau 50 persen di antaranya disumbang dari bijih besi,” katanya.
Menurut Ikhsan, sebenarnya Pemkab Abdya mengharapkan pemasukan donasi dari bijih besi lebih maksimal lagi. Karena ketiga pengusaha pertambangan yang memiliki Izin Usaha Produksi (IUP) itu telah meneken surat perjanjian dengan Bupati Abdya, bahwa pihak investor bersedia memberikan donasi (pemasukan daerah) Kabupaten Abdya sebesar Rp 17.500/ton bijih besi yang ekspor.
“Penerimaan donasi bijih besi kurang maksimal, disebabkan pencapaian target produksi masing-masing perusahaan pertambangan tidak terealisasi,” kata Kadistamben, Ikhsan.
Ia memperkirakan pemasukan dari donasi bijih besi tersebut akan bertambah lagi. Pasalnya, selain ada satu perusahaan (PT Waja Niaga) belum habis melunasi kewajiban setoran donasi dan PT PT Harita Persada Jaya Tambang (HPJT Jjoin operasional dengan PT Juya Aceh Mining akan melakukan ekspor sekitar 60.000 ton bijih besi ke Cina pada bulan Desember 2011.(nun)