Kamis, 11 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Forum Lintas Sektor Serukan Perbaikan Tata Kelola SDA di Aceh Saat Peringati HLHS 2026

Diskusi menghasilkan rekomendasi penguatan tata kelola SDA, perlindungan hutan dan DAS, serta sinergi lintas sektor di Aceh.

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
WEBINAR - Forum Lintas Sektor saat webinar dan diskusi publik membahas berbagai persoalan lingkungan yang masih dihadapi Aceh, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026, Kamis (11/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Forum lintas sektor di Aceh menggelar webinar Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 untuk membahas kerusakan lingkungan dan pentingnya pengelolaan SDA yang berkelanjutan.
  • Para narasumber menyoroti ancaman terhadap sumber daya air, kerusakan daerah aliran sungai, dan perlunya kolaborasi pemerintah, akademisi & masyarakat dalam menjaga lingkungan.
  • Diskusi menghasilkan rekomendasi penguatan tata kelola SDA, perlindungan hutan & DAS, peningkatan literasi lingkungan serta sinergi lintas sektor di Aceh.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah kalangan dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi profesi, praktisi, mahasiswa, dan komunitas lingkungan, menggelar webinar dan diskusi publik untuk membahas berbagai persoalan lingkungan yang masih dihadapi Aceh, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan bertema "Aceh Kaya Akan Sumber Daya Alam dan Airnya, Tapi Mengapa Lingkungannya Terus Saja Terluka?" itu merupakan kolaborasi Dewan Pimpinan Wilayah Sarekat Hijau Indonesia (DPW SHI) Aceh, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Aceh Besar, dan Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan Universitas Serambi Mekkah (USM).

Ketua PII Cabang Aceh Besar, Ir Variadi, ST, Meng, IPU, ASEAN.Eng selaku keynote speaker menegaskan, pembangunan dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan. 

“Sumber daya alam merupakan fondasi pembangunan daerah yang perlu dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ucapnya.

Dalam sesi pemaparan, Direktur Perumdam Tirta Aneuk Laot Kota Sabang, Eddy Husnizal menyoroti persoalan kualitas dan kuantitas sumber daya air yang menghadapi tekanan akibat kerusakan daerah aliran sungai (DAS) dan deforestasi. 

Ia mengingatkan bahwa menurunnya kondisi sumber daya air menjadi indikator terganggunya sistem ekologis.

Baca juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Aceh Selatan dan Pedagang Bersihkan Sampah Plastik di Pantai RTH

"Perlindungan kawasan tangkapan air dan pengelolaan DAS harus menjadi prioritas bersama. Menjaga hulu berarti menjaga kehidupan di hilir," kata Eddy Husnizal.

Sedangkan Ketua DPW SHI Aceh, Dr Ir TM Zulfikar, ST, MP, IPU menilai, Aceh memiliki modal ekologis yang besar, namun membutuhkan tata kelola sumber daya alam yang lebih berkelanjutan. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan pelaku pembangunan dalam menjaga lingkungan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Serambi Mekkah, Ir Vera Viena, ST, MT menambahkan, bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Menurutnya, hasil kajian akademik perlu menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan penyusunan program yang dapat diterapkan di lapangan.

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PN Banda Aceh Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Lampulo

Diskusi yang berlangsung secara virtual itu menghasilkan sejumlah rekomendasi awal, di antaranya:

  • Penguatan tata kelola sumber daya alam
  • Perlindungan kawasan hutan dan daerah aliran sungai
  • Peningkatan literasi lingkungan masyarakat
  • Penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai langkah bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Aceh.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved