Gudang Penimbunan Mitan bersubsidi Digerebek

”Minyaknya tumpah pak, karena drumnya bocor jadi kami pindahkan dulu,” kata salah seorang pelaku saat ditanyakan tim kenapa mitan disedot.

Gudang Penimbunan Mitan bersubsidi Digerebek
SERAMBI/KHALIDIN
PENIMBUNAN MITAN : LO Polres Aceh Singkil Kompol Mirwazi didampingi Ketua Komisi B DPRK Netap Ginting dan Kadisprindagkop Darmansyah memeriksa watertank fiber berisi Minyak Tanah (Mitan) bersubsidi ditemukan oleh tim saat dilakukan penggerebekan, Jum'at (23/12) di sebuah gudang penimbunan, Dusun Lae Impal, Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.
Laporan  Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Tim gabungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disprindagkop & UKM), Komisi B DPRK serta (Liaison Officer/LO) Polres Kota Subulussalam, menggerebek gudang yang diduga lokasi penimbunan minyak tanah (mitan), Jumat (23/12) pada sebuah gudang di Dusun Lae Impal, Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan. 

Tim yang terdiri dari Kadisperindagkop UKM Darmansyah, bersama Ketua Komisi B DPRK Subulussalam Netap Ginting dan LO Polres Kota Subulussalam Kompol Mirwazi berhasil menemukan enam drum mitan bersubsidi yang angkut dengan menggunakan mobil pick up L300 BK 8607 CL.

Aksi penggerebekan itu berawal dari adanya laporan warga bahwa lokasi itu dijadikan tempat penimbunan minyak tanah. Berdasarkan info itu, tim pun mengintai lokasi yang dimaksud. Informasi itu ternyata benar. Tempat itu dijadikan lokasi penimbunan, sebelum diantarkan ke tempat lain. Mitan bersubsidi tersebut baru saja diangkut dari tempat pendistribusian di Desa Penanggalan, Kota Subulussalam. Dari pengamatan Serambi, di gudang tersebut tidak ada papan nama usaha pangkalan sehingga diduga ilegal.

Selain enam drum berisi mitan,  tim juga mendapati sejumlah drum yang masih kosong dan diduga tempat penyimpanan mitan. Tak hanya itu, di gudang juga terdapat mesin genset, pompa air dan selang serta watertank fiber warna putih dengan kapasitas sekitar seribu liter. Pelaku yang digerebek tampak memindahkan mitan dari drum yang masih berada di atas mobil dengan menggunakan selang dan pompa air ke watertank fiber. ”Minyaknya tumpah pak, karena drumnya bocor jadi kami pindahkan dulu,” kata salah seorang pelaku saat ditanyakan tim kenapa mitan disedot.

Terkait dengan itu, seorang dari tiga pria yakni Aspriadi alias Aspri (30) digiring ke Mapolsek Penanggalan bersama barang bukti mobil pick up L300 berisi mitan. Aspri mengaku sebagai pemilik mitan dan memiliki izin dari pangkalan sebanyak dua drum per sekali masuk. Minyak tersebut biasa dipasarkan dengan menggunakan becak ke transmigrasi-transmigrasi seperti Bakalbuah, Longkib hinga Singkohor Aceh Singkil. Saat ditanyai kenapa mitan diangkut dengan mobil bahkan jumlahnya mencapai enam drum, Aspri berdalih kalau jumlah tersebut merupakan akumulasi dari jatah yang diberikan kepadanya.

Kadisprindagkop dan UKM Kota Subulussalam, Darmansyah usai penggerebekan mengatakan, pemilik enam drum mitan bersubsidi tidak memiliki izin apapun baik SITU, HO dan izin lainnya. Adapun surat perjanjian antara agen tersebut bukanlah izin penyalur. Menurut Kadisprindag, izin tersebut seharusnya dikeluarkan oleh dinas prindustrian. Apalagi, mitan yang ditimbun mencapai enam drum sehingga patut dicurigai.

”Kalau dua drum mungkin bisa saja dijual eceran tapi ini enam drum, dan kalau kita lihat fakta di lapangan, di mana dalam gudang itu lengkap ada tempat penyimpanan, pompa air penyedotan dan juga dibawanya menggunakan mobil, sementara di pangkalan masyarakat harus mengantri berjam-jam baru dapat jatah,” kata Darmansyah. (kh)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved