Jumat, 10 April 2026

Cuaca Buruk Nelayan Singkil tak Melaut

Kondisi tersebut berimbas melambungnya harga ikan di daerah ini

Editor: hasyim
* Ikan Mahal

SINGKIL - Cuaca buruk dalam beberapa hari ini, dilaporkan melanda laut Aceh Singkil, menyebabkan nelayan tidak bisa melaut. Kalaupun memaksakan tak bernai ke laut lepas, akibatnya hasil tangkapan menurun drastis. Kondisi tersebut berimbas melambungnya harga ikan di daerah ini.

Isha (35) nelayan di Singkil Utara, Minggu (25/12) mengatakan, cuaca di laut sedang tidak menentu, ombak besar acap tiba-tiba datang. Kendati demikian ia memaksakan tetap melaut, lantaran terdorong kebutuhan hidup. “Sedang tak menentu cuaca di laut, aku tetap melalut tapi dekat saja. Hasilnyapun sedikit yang aku dapat,” kata Isha.

Yardi pengumpul ikan menyebutkan, menurunya hasil tangkapan menyebabkan harga ikan naik cukup tinggi. Kenaikan terjadi hampir pada semua jenis ikan laut, antara Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per kilo. “Harga ikan melambung, karena menurunnya hasil tangkapan,” ujar Yardi.

Harga ikan laut yang mengalami kenaikan dan banyak di konsumsi masyarakat Aceh Singkil, antara lain, ikan gembung naik Rp 10.000 dari  Rp 25.000 menjadi Rp 35.000 per kilo. Tongkol dari Rp 20.000 jadi Rp 25.000, ikan kapas dari Rp 20.000 menjadi Rp 30.000, balato dan bandeng dari Rp 25.000 menjadi 30.000 per kilo. Ikan maning dari Rp 8.000 menjadi 12.000, aso-aso Rp 15.000 menjadi Rp 20.000, gulamo Rp 10.000 menjadi Rp 16.000,  dan ikan jompol Rp 30.000 dari tadinya Rp 20.000 per kilo.(c39)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved