Bupati Simeulue Sesalkan ASDP
Kamis, 26 Januari 2012 10:06 WIB
Share |
BANDA ACEH - Bupati Simeulue Drs Darmili menyesalkan sikap PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) yang menghentikan operasional KMP Teluk Sinabang rute Labuhan Haji-Sinabang secara mendadak dengan alasan docking. “Proses docking itu kan sudah terjadwal, kenapa tidak diberitahukan lebih dulu?” kata Darmili dalam perbincangannya dengan Serambi FM dalam acara Serambi Cakrawala, Rabu (25/1) pagi.

Darmili mengkritik cara kerja ASDP yang terkesan tanpa koordinasi dengan Pemkab Simeulue itu. Apalagi, menurut Darmili, dengan tidak beroperasinya KMP Teluk Sinabang sejak Senin (23/1) lalu, telah menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang dan barang, termasuk sembako yang hendak dipasok ke Simeulue, di Pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan.

“Meski demikian, semuanya masih terkendali, termasuk persediaan kebutuhan pokok masyarakat masih memadai, belum ada yang perlu dikhawatirkan,” katanya.

Menurut Darmili, pihaknya sudah menghubungi PT ASDP terkait dengan tidak beroperasinya kapal feri yang selama ini melayani rute Labuhan Haji-Sinabang tersebut.

Ia memperoleh kabar bahwa pihak ASDP akan menggantikan KMP Teluk Sinabang yang sedang naik dok itu dengan feri lain. “Jadi, sesuai janji pihak ASDP, insya Allah, Jumat ini kapal tersebut akan tiba di Sinabang,” ujarnya.

Darmili juga mengungkapkan bahwa penghentian secara mendadak operasional kapal feri yang menjadi sarana angkutan vital dari dan ke kabupaten yang dipimpinnya itu, sebelumnya juga pernah terjadi. “Kita harapkan kepada pihak pengelola sarana angkutan penyeberangan ini agar bisa bekerja lebih profesional, sehingga kejadian serupa tidak lagi terulang,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPRA Erly Hasyim meminta Pemerintah Aceh bergerak cepat dan segera mengganti kapal yang akan berlayar ke Simeulue. Sebab, kalau persoalan transportasi berlarut-larut, maka stok bahan pokok di Simeulue bakal segera habis.

“Saya mendesak Pemerintah Aceh bergerak cepat,” ujar Erly Hasyim, kepada Serambi, Rabu (25/1). Anggota DPRA asal pemilihan Kabupaten Simeulue ini mengaku mendapat laporan dari masyarakat tentang stok barang, terutama sembako yang mulai menipis. Kalau kondisi ini berlangsung lama, maka stok barang di Simeulue akan habis dan masyarakat bakal menderita. “Saya minta pemerintah segera mungkin mencari kapal pengganti yang melayari ke Simeulue,” pinta Erly Hasyim.

Sekretaris Komisi C DPRK Simeulue, Rahmad SH juga mengharapkan pihak ASDP Perwakilan Simeulue dan Singkil secepatnya mencari kapal pengganti KMP Teluk Sinabang.

“Jangan hanya menunggu KMP Teluk Singkil yang kini sedang dalam proses docking di PT Kodja Sabang dan diperkirakan baru bisa berlayar hari Sabtu, (28/1). Soalnya, jika kapal itu sudah bisa berlayar, maka kapal baru juga diperlukan agar ada dua kapal penyeberangan ke Simeulue,” kata Rahmad kepada Serambi di Banda Aceh kemarin.

Menurutnya, pengalaman selama ini tak semua truk angkutan barang dari Pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan, terangkut karena kapasitas KMP Teluk Sinabang untuk truk sebanyak 18 unit. Sedangkan sisa truk tak terangkut yang umumnya membawa kebutuhan pokok ke Simeulue terpaksa membongkar barang bawaannya.

“Kemudian dimasukkan ke bagian-bagian kapal. Ini tentu menghabiskan dana lagi untuk proses pembongkaran. Akibatnya, masyarakat di sana juga yang harus menanggung biayanya, karena harus membeli kebutuhan dengan harga yang lebih mahal. Padahal, untuk harga standar saja sudah mahal dibandingkan harga kebutuhan di daerah lain di Aceh,” ujar Rahmad. (ask/swa/sal)

Editor : bakri