Kamis, 11 Juni 2026

Sayur dan Beras Mulai Membusuk

Dampak dari belum berlayarnya kembali KMP Teluk Sinabang akibat masa berlaku surat izin berlayar (SIB)-nya sudah berakhir

Tayang:
Editor: bakri
TAPAKTUAN - Dampak dari belum berlayarnya kembali KMP Teluk Sinabang akibat masa berlaku surat izin berlayar (SIB)-nya sudah berakhir, kini sejumlah sembako yang akan dipasok ke Pulau Simeulue mulai membusuk di Pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Di antara bahan pokok yang membusuk itu adalah sayur-sayuran dan beras.

Pantauan Serambi hingga Rabu (25/1) siang, puluhan truk pengangkut sembako tujuan Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue, masih menyesaki areal parkir Pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Karena belum terangkut ke Simeulue, sehingga muatan truk-truk dan pikap yang mengangkut sembako itu mulai membusuk.

Anggota DPRK Aceh Selatan, asal daerah pemilihan Labuhan Raya, Azmir SH, kepada Serambi, Rabu (25/1) juga mengakui hal yang sama, karena ia sempat menyaksikan puluhan ton sayuran, seperti kol, bunga kol, tomat, kentang, dan wortel membusuk di truk dan pikap pengangkut. Sementara itu beberapa goni beras mulai berkapang (berjamur).

Azmir menambahkan, semua (20 orang) calon penumpang feri yang telantar sejak 22 Januari itu sudah diberangkatkan Rabu (25/1) sore kemarin dari Labuhan Haji menuju Simeulue. Mereka diangkut naik boat milik nelayan Labuhan Haji.

Meski ke-22 penumpang itu sudah diberangkatkan ke Simeulue, tapi areal parkir pelabuhan itu masih disesaki mobil truk pengangkut sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako). Dalam situasi seperti itu, bahan pokok yang paling rawan busuk dan berkapang adalah sayur-sayuran dan beras.

Atas dasar itu, Azmir SH mendesak Pemerintah Aceh untuk segera menanggulangi kendala transportasi laut ke Simeulue akibat tidak beroperasinya KMP Teluk Sinabang. “Pemerintah Aceh perlu segera mendatangkan kapal motor untuk mengangkut bahan kebutuhan pokok ke Simeulue. Jangan diam saja. Segera bantu masyarakat yang sedang ditimpa musibah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Aceh Selatan, Drs Tio Achriyat membenarkan bahwa semua sisa penumpang sudah habis terangkut ke Simeulue menggunakan boat nelayan Labuhan Haji. Pemberangkatan terakhir untuk 20 penumpang dilakukan Rabu sore.

Begitupun, menurut Tio, puluhan truk pengangkut sembako masih menumpuk di Pelabuhan Labuhan Haji. Bahkan jumlah truk yang parkir di pelabuhan itu kini kian bertambah. “Sebelumnya hanya 24 unit, kini sudah mencapai 30 unit,” ujarnya sembari mengatakan, dua truk pengangkut beras untuk keluarga miskin (raskin) malah sudah kembali ke Bulog Blangpidie, Aceh Barat Daya.

Dandim 0107 Aceh Selatan, Letkol Inf Saripuddin SIP mengaku ikut prihatin dengan peristiwa lumpuhnya transportasi laut ke Simeulue sehubungan dengan tak beroperasinya lagi KMP Teluk Sinabang, akibat SIB-nya sudah habis masa berlakunya (expired) dan belum diperpanjang. Sebagaimana diberitakan terdahulu, para calon penumpang yang akan bertolak ke Simeulue tertahan di Pelabuhan Labuhan Haji sejak Minggu (22/1), karena KMP Teluk Sinabang yang merapat di pelabuhan itu tak bisa kembali lagi ke Simeulue berhubung SIB-nya yang dikeluarkan Kemenhub berakhir masa berlakunya pada Minggu, 22 Januari 2012 pukul 24.00 WIB.

Dandim mengaku sudah berkoordinasi dengan panglima laot setempat guna mencari boat nelayan untuk pengiriman sembako ke Simeulue, terutama sayur-sayuran dan bahan kebutuhan pokok lainnya yang layak diangkut dengan boat nelayan. “Sebagian sayuran dan sebagian bahan kebutuhan pokok lainnya ada juga yang sudah berhasil diangkut ke Simeulue,” ujarnya. (az)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved