Malam Ini 'Teluk Singkil' ke Sinabang
Sabtu, 28 Januari 2012 10:52 WIB
Berita Terkait
- Kemenhub Minta Tarif Angkutan Maksimal Naik 20 Persen
- Tambahan Subsidi Listrik Rp 24,52Triliun
- Pemerintah Siap Bahas Penundaan Rencana Kenaikan TDL
- DPR Desak Pemerintah Tunda Kenaikan TDL
- Pulau Banyak Barat Butuh Feri
- Pemprov Didesak Operasikan KMP Labuhan Haji
- Badai Ganggu Pelayaran
- Minggu, KMP Teluk Sinabang Kembali Beroperasi
- BBM Bersubsidi Naik, Tarif Angkutan Umum Ikut Naik
- Labuhan Haji-Sinabang belum Normal
BANDA ACEH - Sore atau paling telat malam ini, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Singkil yang Jumat (27/1) kemarin pukul 14.00 WIB baru turun dok dari galangan kapal PT Dock Kodja Bahari Sabang, akan berlayar kembali dari Labuhan Haji, Aceh Selatan, ke Sinabang, Kabupaten Simeulue. Kapal tersebut akan mengangkut truk sembako dan elpiji serta gas oksigen yang telah antrean seminggu di Pelabuhan Feri Labuhan Haji.
Perkiraan itu disampaikan Kadishubkomintel Aceh, Prof Dr Yuwaldi Away MSc kepada Serambi, Jumat kemarin, setelah KMP Teluk Singkil turun dok dari Sabang dan langsung berlayar menuju Labuhan Haji. “Diperkirakan pagi besok (pagi ini -red) kapal tersebut akan tiba di Labuhan Haji dan Sabtu sore atau paling telat Sabtu malam bisa melanjutkan pelayarannya ke Simeulue,” ujar Yuwaldo.
Informasi bahwa KMP Teluk Singkil pada pukul 14.00 WIB kemarin sudah berlayar ke Labuhan Haji diterima Yuwaldi dari Kabid Perhubungan Darat pada kantor yang dipimpinnya, Ir Andi Fiardy MST.
Menurut laporan Andi, KMP Teluk Singkil sudah berlayar kembali setelah Tim Teknis Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) dari Pelabuhan Belawan Medan selesai melakukan uji teknis kelayakan berlayar pada Kamis kemarin.
Setelah lulus tes uji teknis itu, KMP Teluk Singkil diperkenankan turun dok dan berlayar kembali ke Labuhan Haji.
Setiap kapal yang telah selesai naik dok dan kalau ingin berlayar kembali, haruslah diuji secara teknis oleh BKI, baru bisa syahbandar pelabuhan menerbitkan SIB-nya. Jika kedua surat izin itu belum diperoleh, kendati pihak galangan kapal sudah memperbaiki mesin dan bodi kapal, tapi kapal tersebut tetap saja tak bisa dioperasikan.
Wakil Ketua II DPRA, Drs Sulaiman Abda mengatakan, dari pengalaman pekan lalu dan pekan ini, saat tiga kapal motor penyeberangan (KMP) serempak naik dok, sehingga jalur transportasi laut Labuhan Haji-Simuelue dan Singkil-Simuelue terputus, ASDP dan Dishubkomintel Aceh ke depan harusnya memperhatikan secara cermat jadwal naik dok kapal. Terutama kapal yang berfungsi sebagai moda penyeberangan antarpulau, seperti KMP Teluk Singkil dan KMP Teluk Sinabang, maupun KMP Simeulue.(her)
Perkiraan itu disampaikan Kadishubkomintel Aceh, Prof Dr Yuwaldi Away MSc kepada Serambi, Jumat kemarin, setelah KMP Teluk Singkil turun dok dari Sabang dan langsung berlayar menuju Labuhan Haji. “Diperkirakan pagi besok (pagi ini -red) kapal tersebut akan tiba di Labuhan Haji dan Sabtu sore atau paling telat Sabtu malam bisa melanjutkan pelayarannya ke Simeulue,” ujar Yuwaldo.
Informasi bahwa KMP Teluk Singkil pada pukul 14.00 WIB kemarin sudah berlayar ke Labuhan Haji diterima Yuwaldi dari Kabid Perhubungan Darat pada kantor yang dipimpinnya, Ir Andi Fiardy MST.
Menurut laporan Andi, KMP Teluk Singkil sudah berlayar kembali setelah Tim Teknis Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) dari Pelabuhan Belawan Medan selesai melakukan uji teknis kelayakan berlayar pada Kamis kemarin.
Setelah lulus tes uji teknis itu, KMP Teluk Singkil diperkenankan turun dok dan berlayar kembali ke Labuhan Haji.
Setiap kapal yang telah selesai naik dok dan kalau ingin berlayar kembali, haruslah diuji secara teknis oleh BKI, baru bisa syahbandar pelabuhan menerbitkan SIB-nya. Jika kedua surat izin itu belum diperoleh, kendati pihak galangan kapal sudah memperbaiki mesin dan bodi kapal, tapi kapal tersebut tetap saja tak bisa dioperasikan.
Wakil Ketua II DPRA, Drs Sulaiman Abda mengatakan, dari pengalaman pekan lalu dan pekan ini, saat tiga kapal motor penyeberangan (KMP) serempak naik dok, sehingga jalur transportasi laut Labuhan Haji-Simuelue dan Singkil-Simuelue terputus, ASDP dan Dishubkomintel Aceh ke depan harusnya memperhatikan secara cermat jadwal naik dok kapal. Terutama kapal yang berfungsi sebagai moda penyeberangan antarpulau, seperti KMP Teluk Singkil dan KMP Teluk Sinabang, maupun KMP Simeulue.(her)
Editor : bakri
