Pencari Kayu Temukan Jasad Orok
Ismail Amin (53), pencari kayu warga Gampong Lamteh, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Jumat (27/1) siang, menemukan jasad orok
Informasi yang diperoleh Prohaba, jasad orok itu ditemukan oleh Ismail, sekira pukul 11.30 WIB. Siang itu lelaki tua tersebut bersama seorang anaknya bermaksud mencari kayu bakar di sekitar rawa-rawa yang dipenuhi tanaman bakau, di pinggir jalan Gampong Blang. Tanpa sengaja, Ismail melihat bungkusan kain yang diletakkan di antara tanaman bakau dalam rawa-rawa itu. Karena penasaran, Ismail memberanikan diri membukanya. Tapi, sebelum bungkusan itu dibuka anaknya sempat mencegah sang ayah. Karena anaknya curiga kalau bungkusan itu berisi kotoran manusia.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH, didampingi Kapolsek Ulee Lheue, AKP Irwan SSos menyebutkan begitu bungkusan kain itu tersibak, orang tua itu sontak melihat isi dalamnya ternyata bukan kotoran seperti yang dibayangkan oleh anaknya. Melainkan orok yang sudah jadi jasad dalam kondisi memprihatinkan. Karena ragu dengan penglihatannya, sebut Irwan lalu Ismail dan anaknya itu mengabari penemuan tersebut ke warga sekitar. Tak lama setelah laporan tersebut diterima, pihaknya bersama Tim Identifikasi Polresta Banda Aceh langsung menuju ke lokasi penemuan. “Kondisi jasad orok yang masih merah ini sudah sangat memprihatinkan. Selain kulitnya yang terkelupas habis akibat tersengat matahari, bagian kepalanya juga sudah rusak. Perkiraan kami, jasad orok laki-laki malang ini baru dilahirkan dan subuh tadi (kemarin-red) diletakkan di lokasi ini. Sebab kalau malam, di sekitar rawa-rawa ini digenangi air pasang,” ungkap Irwan.
Dijelaskan langkah pengungkapan yang akan ditempuh dalam upaya melacak siapa orang tua bayi yang tega membuang darah dagingnya itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat gampong di Kecamatan Meuraxa dan Peukan Bada. Bahkan mereka juga akan meminta bantuan perangkat gampong lainnya di luar dua kecamatan itu. “Kami berupaya keras mencari tahu siapa pelaku yang tega melakukan hal ini. Dan kami sedang berusaha meminta bantuan aparat desa untuk mendata siapa saja warganya yang pernah ditemukan hamil. Meski besar dugaan mayat bayi malang ini dibuang oleh pelaku yang bukan berasal dari Kecamatan Meuraxa,” pungkas Irwan.
Pantauan Prohaba sekira pukul 12.15 WIB relawan PMI Cabang Banda Aceh, tiba di lokasi. Mereka langsung mengevakuasi orok malang tersebut dan membawanya ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh, untuk divisum.(mir)