Pendapatan Sopir Mopen di Simeulue Menurun
Minggu, 29 Januari 2012 09:13 WIB
Share |
SINABANG - Sejumlah sopir mobil penumpang (mopen) di Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, mengaku penghasilan yang diperolehnya akhir-akhir ini sangat minim. Hal ini terjadi lantaran feri tidak beroperasi yang menyebabkan ketiadaan penumpang angkutan mopen.

“Ya, dampak tidak beroperasinya kapal feri penumpangpun jadi kurang dan berimbas pada penghasilan,” kata Aan, seorang sopir Mopen kepada Serambi, Sabtu (28/1) di terminal Sinabang.

Aan mengaku, kalau aktifitas feri lancar seperti sebelumnya, penumpang Mopennya pun ramai. “Kalau ada feri, penumpang minimal 4 - 5 orang ada yang naik di antar ke tempat tujuan,” ujar Aan yang melayani trayek Teluk Dalam-Simeulue Tengah itu diamini oleh rekan seprofesianya, Sumi.

Selama beberapa hari ini, tambahnya, karena tidak ada penumpang yang diantar, ia memilih barang-barang kelontong dan bahan bangunan untuk dimuat di mobilnya “Daripada kosong muatan di mobil, kami isi dengan barang-barang yang meminta jasa diantar ke tempat tujuan untuk menutupi biaya operasional,” tukas Aan tanpa merinci berapa penghasilannya perhari bila aktifitas kapal feri di Simeulue normal.(c48)

Editor : bakri