Penembakan di Aceh
Irwandi Berharap Ini yang Terakhir
PEMBERONDONGAN yang terjadi di Gampong Beusa Meurano, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur sekitar pukul 20.30 WIB
“Semoga penembakan terhadap rumah timses saya yang baru saja terjadi di Aceh Timur menjadi peristiwa terakhir di Aceh. Jangan rusak perdamaian Aceh hanya gara-gara pilkada,” kata Irwandi dari atas podium yang sempat membuat hadirin tersentak.
Irwandi mengatakan, kesadaran berdemokrasi yang etis berlandaskan syariat ditandai terciptanya situasi damai, aman, dan kondusif dalam menjalankan pilkada. Rakyat tak merasa dipaksa untuk memilih calon-calon tertentu.
“Karena pemaksaan adalah tindakan bertentangan dengan demokrasi dan syariat Islam. Rakyat harus diberikan kebebasan menentukan pilihan. Saling menghormati dan tidak mencari-cari keburukan dan kejelekan orang,” tandas Irwandi.
Irwandi yang akan mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Gubernur Aceh periode 2007-2012 pada 8 Februari 2012 juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Aceh jika ada perilakunya bahkan kinerjanya selama lima tahun belum sesuai harapan masyarakat.
“Seperti istri saya yang telah menyampaikan permohonan maaf tadi ketika zikir di Masjid Raya Baiturrahman, saya juga meminta maaf kepada rakyat Aceh dan kepada Allah SWT kami bermohon ampun. Jika Allah menghendaki, maka ke depan kita akan berjumpa lagi,” kata Irwandi menutup pidato tanpa teks.(sal)