Lintas Lamno-Jantho Mendesak Dituntaskan
Anggota DPRK Aceh Jaya kembali meminta Pemerintah Aceh melanjutkan pembangunan jalan Lamno (Aceh Jaya)-Jantho (Aceh Besar)
Ketua Komisi C DPRK Aceh Jaya, Saudi kepada Serambi, Sabtu (11/2) mengungkapkan, keberadaan jalan Lamno-Calang sangat dinantikan oleh penduduk pantai barat selatan Aceh sebagai jalan tembus.
Kendati panjangnya hanya sekitar 45 kilometer, namun hingga sekarang baru tembus sekitra 30 kilometer. Sementara sisanya, 15 kilometer lagi, terkesan ditelantarkan. “Harapan kita Pemerintah Aceh dalam tahun 2012 bisa melanjutkan jalan itu sehingga bisa digunakan,” ujar politisi Partai Aceh ini.
Dikatakannya, berdasarkan tender yang diumumkan Pemerintah Aceh baru-baru ini, belum dimasukkan anggaran untuk pembangunan jalan Lamno-Jantho tersebut. Padahal, kata Saudi, penduduk berharap jalan itu dituntaskan dalam tahun 2012 ini agar bisa dimanfaatkan sebagai jalan penghubung dari wilayah pantai barat-selatan Aceh ke pusat ibukota Aceh di Banda Aceh.
Saudi mengatakan, tuntasnya pembangunan jalan Lamno-Jantho sudah sangat mendesak sebab keberadaan jalan lama di lintasan Gunong Geureute, Gunong Paro, dan Gunong Kulu sudah rawan longsor. “Sehingga apabila jalan di lintasan Geureute longsor, jalur transportasi ke dan dari pantai barat selatan Aceh tetap lancar melalui lintasan Lamno-Jantho itu,” katanya.(riz)