Mantan GAM Australia Dukung Pembentukan Parpol Eks TNA
Kamis, 16 Februari 2012 12:36 WIB
Berita Terkait
- Tali Spanduk Nasdem Jerat Pengendara Sepeda Motor
- Pameran Buku di Hermes Mall
- Surya Paloh Minta Maaf
- Sekretaris PA Lhokseumawe Tewas Ditembak
- Persipa Juara Danramil Cup
- Amigo Menang Penalti
- Ulim Pesta Gol
- Tim Kopassus Temukan "Black Box"
- Pencopet Babak Belur Dihajar Massa
- Pengiriman Senjata Api Ilegal Digagalkan
BANDA ACEH - Mantan aktivis sipil GAM di Australia yang tergabung dalam Acehnese Australia Association (AAA) mendukung pernyataan mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang mengatakan ke depan akan membentuk satu parpol lokal dimotori eks Tentara Neugara Aceh (TNA) dengan melibatkan ulama, politisi, dan intelektual.
Jubir AAA, Tengku Sufaini Syekhy mengatakan rencana Irwandi yang disampaikannya dalam rapat konsolidasi dengan mantan GAM Aceh Besar di Aula Asrama Haji, Banda Aceh tiga hari lalu perlu didukung untuk mempersatukan mantan TNA yang sudah dipecat petinggi KPA.
“Kami sangat mendukung upaya mempersatukan anak bangsa, khususnya di tubuh mantan TNA. Ketika konflik dulu kita bersatu membangun Aceh, kenapa sekarang harus berpecah belah untuk membangun daerah ini,” kata Tengku Sufaini kepada Serambi, kemarin.
Didampingi empat aktivis AAA lain, Tengku Sufaini juga mengatakan, pihaknya terus mengawal perdamaian di Aceh, terutama dalam proses pilkada demi tegaknya demokrasi di daerah ini. “Karena itu, kami secara tegas menolak tiap potensi yang bisa menggagalkan perdamaian dan hancurnya demokrasi,” tegas Tengku Sufaini.(sal)
Jubir AAA, Tengku Sufaini Syekhy mengatakan rencana Irwandi yang disampaikannya dalam rapat konsolidasi dengan mantan GAM Aceh Besar di Aula Asrama Haji, Banda Aceh tiga hari lalu perlu didukung untuk mempersatukan mantan TNA yang sudah dipecat petinggi KPA.
“Kami sangat mendukung upaya mempersatukan anak bangsa, khususnya di tubuh mantan TNA. Ketika konflik dulu kita bersatu membangun Aceh, kenapa sekarang harus berpecah belah untuk membangun daerah ini,” kata Tengku Sufaini kepada Serambi, kemarin.
Didampingi empat aktivis AAA lain, Tengku Sufaini juga mengatakan, pihaknya terus mengawal perdamaian di Aceh, terutama dalam proses pilkada demi tegaknya demokrasi di daerah ini. “Karena itu, kami secara tegas menolak tiap potensi yang bisa menggagalkan perdamaian dan hancurnya demokrasi,” tegas Tengku Sufaini.(sal)
Editor : bakri
