Mandiri Lacak Aliran Uang Nasabah yang Dibobol
Kasus hilangnya uang milik tiga nasabah Bank Mandiri karena dibobol sindikat penjahat kartu ATM
“Namun, untuk mengetahui aliran dana tiga nasabah kita yang dibobol sindikat itu, tim teknis pengawas mesin ATM dan pengawas Bank Mandiri di Kantor Bank Mandiri Pusat butuh waktu sekitar 14 hari untuk melacaknya,” ujar Pimpinan Cabang (Pinca) Bank Mandiri Banda Aceh, Aulia menjawab Serambi, Jumat (17/2).
Ia juga menerangkan bahwa pemeriksaan anjungan mesin ATM milik Bank Mandiri dilakukan setiap hari petugas kebersihan maupun teknisi mesin ATM dari bank ini.
Terkait pemasangan stiker nomor call center palsu Bank Mandiri di bawah mulut mesin ATM itu, menurut dugaan Aulia, bisa saja dilakukan pelaku setelah tim kebersihan dan teknisi Bank Mandiri yang mengisi uang ke luar dari anjungan mesin ATM.
Tak bisa lepas
Wakil Ketua I DPRA, Amir Helmi SH menyatakan, Manajemen Bank Mandiri Banda Aceh tidak bisa lepas tangan atas bobolnya uang nasabah bank itu yang dilakukan sindikat penjahat kartu ATM yang terjadi di dua mesin ATM Bank Mandiri di Kota Banda Aceh, Minggu (12/2). Bank Mandiri bersama instansi teknis lainnya di Jakarta, kata Amir, harus melacak ke mana uang Itu mengalir.
“Pembobolan uang nasabah melalui kartu ATM yang direncanakan itu, masuk dalam kategori kejahatan berat perbankan. Pelakunya harus diusut,” ujar Amir kepada Serambi, Jumat (17/2).
Dalam kasus bobolnya dana nasabah itu, menurut Amir, tidak bisa seluruhnya disalahkan nasabah. Pihak bank pun ada salahnya. Dalam kaitan ini, Amir mempertanyakan mengapa dalam mesin ATM bisa tertempel stiker yang bertuliskan nomor call center yang ternyata palsu, sehingga nasabah Bank Mandiri tertipu. Kemudian, kenapa pula bisa ada orang yang menempatkan pengganjal kartu ATM di mulut mesin ATM, tanpa terdeteksi CCTV pada anjungan ATM.(her)