Sabtu, 13 Juni 2026

Lima Tewas Kecelakaan

Sejak Jumat malam hingga sepanjang Sabtu kemarin, lima warga Aceh tewas akibat kecelakaan di beberapa lokasi terpisah

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Lima Tewas Kecelakaan
Dua korban kecelakaan, Heri Saputra (14) (kanan), dan Andri Surya (13) (kiri), pelajar kelas dua SMPN Peusangan Selatan, Bireuen, dirawat di ruang UGD RSUD dr Fauziah Bireuen, Sabtu (18/2). SERAMBI/FERIZAL HASAN
* Tiga Korban Usia SD dan SMP

BIREUEN - Sejak Jumat malam hingga sepanjang Sabtu kemarin, lima warga Aceh tewas akibat kecelakaan di beberapa lokasi terpisah. Rinciannya, tiga tewas di Bireuen, satu di Nagan, dan satu lagi di Abdya. Kecuali korban tewas, sejumlah lainnya kritis.

Di Kabupaten Bireuen, pada Sabtu (18/2) pagi dan sore terjadi tiga kecelakaan lalulintas di lokasi berbeda menyebabkan tiga orang tewas. Kecelakaan pertama di lintas Bireuen-Takengon, Km 27, kawasan Cot Panglima, sekira pukul 06.30 WIB antara sepeda motor yang dikendarai Juri (21) bersama ayahnya, Burdiansyah dengan truk bermuatan elpiji yang disupiri Ihsan (34), warga Meunasah Tambo, Juli, Bireuen.

Musibah di Cot Panglima itu terjadi ketika sepeda motor melaju dari Bener Meriah ke Bireuen, sedangkan truk elpiji dari arah berlawanan. Menurut keterangan Juri yang ditemui Serambi di depan UGD RSUD dr Fauziah Bireuen, saat memasuki satu tikungan tajam, sepeda motornya terpeleset dan jatuh ke badan jalan. “Saya terbanting ke kiri sedangkan ayah saya jatuh terlalu ke kanan sehingga berbenturan dengan bak truk yang meluncur dari arah berlawanan,” ujar Juri.

Dari lokasi kejadian, Burdiansyah dilarikan ke puskesmas terdekat namun dirujuk ke RSU Bireuen. Tak lama kemudian meninggal dunia. Jenazah korban dipulangkan ke kampungnya di Uning Luar, Kampong Stie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Sekitar dua jam setelah musibah Cot Panglima, sepeda motor yang dikendarai Heri Saputra (14) berboncengan dengan rekannya, Andri Surya (13), sama-sama pelajar kelas II SMPN Peusangan Selatan bertabrakan dengan mobil pikap operasional PLN Ranting Peusangan di ruas jalan kecamatan, tepatnya di kawasan Desa Seuneubok Aceh, Peusangan.

Kedua korban dilarikan ke RSUD dr Fauziah Bireuen, namun nyawa Heri tak tertolong. Remaja ini mengalami luka berat di kepala, leher, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Sedangkan Andri kritis, dengan luka robek di kaki kiri dan di beberapa bagian tubuhnya.

Masih di Kabupaten Bireuen, seorang warga bernama Hamid Ishak (65), penduduk Desa Rambong, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Sabtu (18/2) sekira pukul 16.00 WIB. Korban meninggal ketika masih dalam perawatan tim medis RSUD dr Fauziah Bireuen.

Keterangan dari berbagai sumber menyebutkan, Hamid Ishak ditabrak sepeda motor Supra X 125 BL 6386 ZK yang dikendarai M Rizal (16), siswa SMKN Bireuen, warga Desa Karieng, Kecamatan Peudada. Musibah itu ketika korban menyeberang jalan bersama dua rekannya setelah membeli seekor lembu untuk kenduri maulid. Sedangkan Rizal sedang dalam perjalanan pulang dari sekolahnya.

Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kasatlantas, AKP H Suharmadi mengatakan, ketiga kasus kasus kecelakaan tersebut sudah dalam penanganan pihaknya.

Di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dua sepeda motor yang ditunggangi empat remaja usia SMP bersenggolan ketika sama-sama melaju kencang. Akibatnya, seorang korban bernama Rustam (16), pelajar klas III SMPN 2 Susoh meninggal.

Musibah itu terjadi sekitar pukul 10.50 WIB, saat jam istirahat sekolah. Kedua sepeda motor melaju dari Blangpidie dengan tujuan tak diketahui. Entah bagaimana, ketika tiba di jalan raya Desa Pawoh, sekitar 20 meter dari Gedung SDLB, stang kedua sepeda motor bersenggolan. Rustam yang memacu sepeda motor Yamaha BK 2177 ABE terpelanting keras ke luar jalur jalan. Korban diperkirakan tewas di lokasi kejadian dengan luka berat di bagian kepala.

Sedangkan rekan yang diboncengnya, Hasbi hanya luka lecet di bagian kaki dan tangan. “Sepeda motor satu lagi langsung tancap gas setelah sempat berhenti sejenak,” kata seorang saksi mata.

Murid dan dewan guru SMP 1 dan SMP 2 Susoh berduyun-duyun ke RSUD Blangpidie sejenak setelah menerima kabar duka itu. Sejumlah guru SMP 2 membenarkan korban meninggal bernama Rustam, siswa kelas III/4. Kasus itu sudah ditangani Satlantas Polres Abdya.

Kecelakaan juga menimpa Ramansah (9), bocah kelas IV SD dari Desa Keudee Seumot, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Ramansah meninggal dunia setelah ditabrak dari belakang oleh pengendara sepeda motor yang langsung kabur meninggalkan korban dan kendaraannya.

Musibah itu terjadi Jumat (17/2) malam sekitar pukul 19.00 WIB di lintasan Jeuram-Beutong, kawasan Desa Kulam Jeureuneh. Menurut saksi mata, korban tewas seketika dengan luka robek di bagian telinga, memar di bagian dahi, serta lecet di beberapa bagian tubuh lainnya. Polisi sudah mengamankan sepeda motor Honda Supra BL 3633 VF yang ditinggalkan oleh pengendaranya, disebut-sebut remaja berusia sekitar 20-an tahun. “Pelakunya masih kita buru,” kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Heri Heriyandi melalui Kasat Lantas, Iptu Tesyar Rhofadhli kepada Serambi, Sabtu (18/2).(c38/az/edi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved