Keluarga Lukman Minta Polisi Tangkap Pelaku
Selasa, 21 Februari 2012 12:10 WIB
Berita Terkait
- Korban KDRT Meninggal Dunia
- Pesawat Militer Pakistan Tabrakan di Udara, 4 Pilot…
- Tega, Seorang Bapak Aniaya Anak Hingga Tewas
- Dua Dari Lima Narapidana yang Kabur Dinyatakan Meninggal
- Sekretaris PA Lhokseumawe Tewas Ditembak
- Tim Kopassus Temukan "Black Box"
- Kotak Hitam Ditemukan 100 Meter dari Ekor Sukhoi
- Kotak Hitam Sukhoi Akhirnya Ditemukan
- Pelaku Penyebar Foto Hoax Korban Pesawat Sukhoi Menyerahkan…
- Hingga Hari Ini, 31 Kantong Jenazah Sudah Dievakuasi
* Kasus Amuk Massa
BIREUEN - Keluarga Lukman (30) warga Uten Reutoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen yang meninggal akibat dianiaya sejumlah orang pada 7 Februari 2012 meminta Polres Bireuen segera menangkap pelaku. “Kami juga minta kasus ini diproses hingga ke pengadilan,” ujar Nur Asma (40), kakak Lukman kepada Serambi, kemarin.
Ia menilai pengusutan kasus itu tidak mendapat prioritas dari aparat penegak hukum. Buktinya, kata Asma, sudah 13 hari setelah kejadian polisi belum menetapkan tersangka. “Padahal pelakunya bukan massa, tapi sejumlah anggota keluarga Zulkifli,” kata Asma yang didampingi M Nasir, anggota keluarganya.
Selain itu, lanjutnya, hingga hari ini (kemarin-red) belum ada keluarga dekat Lukman yang dipanggil ke Polres Bireuen untuk dimintai keterangan. “Yang sudah diminta keterangan hanya beberapa warga desa, sedangkan kami yang buat laporan belum,” ungkapnya.Ia mengakui adiknya Lukman mengalami gangguan jiwa. Tapi, menurut Asma, ia takkan berbuat senekat itu bila tak diganggu. “Ia hanya sering mencaci-maki sendiri. Karena itu, kami harap Polres segera menangkap pelaku,” harapnya.
Kapolres Bireuen AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Benny Cahyadi mengatakan, kasus tersebut ditangani serius oleh tim penyidik. “Belum ditetapkan tersangka karena ada saksi yang belum dimintai keterangan dan akan segera dipanggil termasuk keluarga korban dari Lukman,” ujarnya.(yus)
BIREUEN - Keluarga Lukman (30) warga Uten Reutoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen yang meninggal akibat dianiaya sejumlah orang pada 7 Februari 2012 meminta Polres Bireuen segera menangkap pelaku. “Kami juga minta kasus ini diproses hingga ke pengadilan,” ujar Nur Asma (40), kakak Lukman kepada Serambi, kemarin.
Ia menilai pengusutan kasus itu tidak mendapat prioritas dari aparat penegak hukum. Buktinya, kata Asma, sudah 13 hari setelah kejadian polisi belum menetapkan tersangka. “Padahal pelakunya bukan massa, tapi sejumlah anggota keluarga Zulkifli,” kata Asma yang didampingi M Nasir, anggota keluarganya.
Selain itu, lanjutnya, hingga hari ini (kemarin-red) belum ada keluarga dekat Lukman yang dipanggil ke Polres Bireuen untuk dimintai keterangan. “Yang sudah diminta keterangan hanya beberapa warga desa, sedangkan kami yang buat laporan belum,” ungkapnya.Ia mengakui adiknya Lukman mengalami gangguan jiwa. Tapi, menurut Asma, ia takkan berbuat senekat itu bila tak diganggu. “Ia hanya sering mencaci-maki sendiri. Karena itu, kami harap Polres segera menangkap pelaku,” harapnya.
Kapolres Bireuen AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Benny Cahyadi mengatakan, kasus tersebut ditangani serius oleh tim penyidik. “Belum ditetapkan tersangka karena ada saksi yang belum dimintai keterangan dan akan segera dipanggil termasuk keluarga korban dari Lukman,” ujarnya.(yus)
Editor : bakri
