Puluhan Sopir 'Serbu' Dinas Perhubungan
Puluhan sopir dan pemilik angkutan umum L-300 jurusan barat-selatan, Senin (20/2) pukul 16.30 WIB, mendatangi Kantor Dinas Perhubungan
BANDA ACEH - Puluhan sopir dan pemilik angkutan umum L-300 jurusan barat-selatan, Senin (20/2) pukul 16.30 WIB, mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banda Aceh. Mereka meminta instansi terkait menertibkan mobil pribadi yang dijadikan angkutan umum (mobil Kijang-red) di rute barat-selatan, dan loket liar yang masih beroperasi di Banda Aceh.
Puluhan sopir dan pemilik angkutan itu bergerak dari Terminal Bathoh. Sebelum berangkat ke Kantor Dishubkominfo di Jeulingke, mereka menutup sekitar 32 loket. Mereka yang didampingi Ketua dan Wakil Organda Banda Aceh, Ubaidillah dan Jufri, diterima Kadishubkominfo Banda Aceh, Muzakkir.
Tentang angkutan liar, Muzakkir mengatakan bahwa hal itu bukan kewenangan instansinya. Tapi itu wewenang Ditlantas Polda Aceh. Namun, ia berjanji akan berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Aceh dalam dua hari. Terkait loket, liar, Muzakkir juga berjanji segera menutup loket-loket liar tersebut.
Selain itu, para sopir dan pemilik angkutan yang sedang mengurus mutasi pelat BK ke BL, juga mengeluh karena sering ditilang. Padahal, mereka sudah menyerahkan bukti surat sedang pengurusan mutasi pelat.
Sementara Ketua Organda Banda Aceh, Ubaidillah kepada Serambi mengatakan, permasalahan ini sudah lama dirasakan sopir dan pemilik L-300 trayek barat-selatan. Saat ini sudah terjadi perebutan penumpang antara angkutan umum resmi dan liar tersebut. Sopir angkutan tak resmi menetapkan tarif di bawah tarif resmi, sehingga merugikan angkutan resmi.
“Kijang liar minta ongkos Rp 60 ribu-Rp 70 ribu/orang. Padahal ongkos resmi Rp 80 ribu. Sekarang, L-300 jurusan barat-selatan ada sekitar 300 unit sedangkan Kijang liar ditaksir ada 200 unit. Jika saling rebut penumpang ini terus dibiarkan, maka akan memicu konflik baru antara kedua belah pihak,” ujar Ubaidillah.(c47)