Ratusan Petani Karo Serbu Medan
Ratusan petani jagung asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (20/2), turun ke Medan. Mereka mengaku menderita kerugian
Aksi yang dilakukan secara berkonvoi dari Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara itu berakhir di kantor Pemprov Sumut. Massa memrotes keras kebijakan pemerintah yang membuka kerjasama perdagangan hasil pertanian dengan India. “Kerjasama itu tak berpihak kepada petani, kami semakin susah,” kata koordinator aksi, Jemat Sebayang.
kondisi nyata yang diakibatkan kebijakan itu disebutnya harga jagung yang terus merosot. Saat ini kata dia, petani sulit menjual jagung di angka Rp 2 ribu. Padahal sebelum serbuan jagung India masuk Sumut, petani di Karo bisa menjual minimal Rp 2.400.
“Kian hari harganya makin turun. Untuk beli pupuk pun susah,” tukasnya.
Jemat mengatakan kebijakan impor jagung itu sebagai hal keliru. Pasalnya stok jagung dari Karo dijaminnya masih mencukupi kebutuhan Sumatera Utara. Bahkan kata dia, seandainya pemerintah lebih serius memerhatikan sektor pertanian, produksi jagung di Karo bisa lebih baik lagi. “Maunya kami dibantu, bukan malah ditelantarkan,” ujarnya sambil menggeleng kepala.
Jemat menyebutkan jumlah petani yang menyerbu Medan berkisar 500 orang yang berasal dari lima kecamatan, yaitu Tigabinanga, Juhar, Laubaleng, Mardindingmunthe, dan Kutabuluh. Dalam aksinya, massa turut membawa traktor, dan atribut pertanian.(rw)