Nasib Anas di Demokrat
Ruhut: Internal yang Gembosi PD Bukan Partai NasDem
Menurut Ruhut, upaya penggembosan ke Partai Demokrat justru dilakukan oleh orang-orang internal partainya
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA- Tidak ada upaya penggembosan Partai Demokrat (PD) yang dilakukan oleh Partai NasDem, tegas Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul di gedung DPR, Jakarta, Selasa(21/2/2012).
"Tidak ada. Tidak ada upaya penggembosan oleh Partai NasDem,"ujarnya.
Ruhut menegaskan hal tersebut menyusul pengakuan Ketua Divisi Tanggap Darurat Partai Demokrat, Umar Arsal, yang mengatakan bahwa mantan Ketua DPC Partai Demokrat Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Diana Malingka, bersuamikan pengurus aktif Partai NasDem.
Menurut Ruhut, upaya penggembosan ke Partai Demokrat justru dilakukan oleh orang-orang internal partainya.
"Yang gembosin dari dalam, bukan Partai NasDem," jelas Ruhut.
Namun, ketika ditanyakan siapa pihak-pihak yang melakukan hal itu, Anggota Komisi III DPR ini enggan menjelaskan lebih lanjut.
"Hahaha, adalah .... situasi seperti sekarang ini," katanya.
Lebih jauh Ruhut meminta kepada seluruh kader-kader Partai Demokrat agar tidak melulu menyalahkan partai-partai politik lain. Dalam berpolitik, lanjutnya, harus tetap menjaga sopan santun dan cerdas.
"Kita mohon jangan merembet ke partai-partai lain, dia sudah merembet ke PKS dan Golkar, sudahlah maksudnya mungkin baik ingin membela kawannya, tetapi salah kaprah, enggak baik juga, jadi harus santun dan cerdas jangan menambah konflik-konflik baru," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat, Umar Arsal, menyatakan bahwa mantan Ketua DPC Partai Demokrat Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Diana Maringka, yang menyebut menerima suap ratusan juta rupiah serta Blackberry untuk memenangkan Anas Urbaningrum dalam Kongres Demokrat 2010 lalu di Bandung.
"Ini agak aneh, isunya muncul secara sistematis. Kok, Anas digoyang dan isunya seperti diatur begitu," kata Umar Arsal ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (21/2/2012).
Menurut Umar Arsal, ada yang aneh dengan pernyataan Diana. Pasalnya dia sekarang tidak lagi menjabat Ketua DPC Demokrat Minahasa Tenggara, sementara suaminya diketahui aktif Partai NasDem.
"Ini kita telusuri semua. Kita sayangkan kenapa ada semacam ini. Yang kita tahu mereka orang-orang kecewa tidak lagi mendapat tempat di Demokrat," kata Umar.
Keanehan lain, menurut Arsal, Diana berbicara ke publik ketika Anas diterpa sejumlah isu. "Mengapa tidak dari dulu. Kalau ada apa-apa mengapa tidak melapor ke Komisi Pengawasa atau Dewan Kehormatan," kata Umar Arsal, eks Koordinator Pemenangan Anas Urbaningrum di wilayah Sulawesi ini.(*)