Tafakur
Tanda Kehancuran
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri
“Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdoa” (QS. Al Fusshilat: 51).
Banyak tanda kehancuran besar yang sedang dan akan terjadi terjadi negeri kita ini. Pertama, sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, kehancuran itu bersumber dari sikap manusia yang melupakan Allah di saat diberikan kenikmatan. Melupakan Allah adalah suatu keangkuhan besar, yang menyebabkan pelakunya terselimuti perasaan seakan-akan segala kenikmatan diraih sebagai hasil usaha sendiri. Padahal telah diingatkan dari Allah lah sumber segala rezeki.
Yang kedua bersumber dari pemerintahan yang buruk. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “.jika Allah menghendaki kehancuran pada suatu kaum, maka akan dijadikan orang-orang kejam sebagai pemimpin-pemimpin mereka, dan orang-orang jahil akan dijadikan sebagai hakim-hakim mereka, dan harta-harta mereka akan berada di bawah kekuasaan orang-orang bakhil. Semua ini sangat sering terjadi. Antara lain, hukum begitu mudah diperjualbelikan.
Yang ketiga, meninggalnya para ulama yang banyak terjadi akhir-akhir ini. Sebagaimana diingatkan Rasulullah, “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, orang-orangpun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain” (HR. Imam Bukhari).