Kajian Islam
Sisa Make Up Tebal Membuat Wudhu Tidak Sah? Buya Yahya Beri Penjelasan
Jika make up yang digunakan berpotensi mengganggu keabsahan wudhu, maka harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum berwudhu.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM - Pendakwah kharismatik Buya Yahya menjelaskan bahwa make up atau bedak tebal yang masih menempel di wajah dapat menyebabkan wudhu menjadi tidak sah apabila menghalangi air menyentuh kulit atau bercampur dengan air wudhu hingga mengubah sifat air tersebut.
Penjelasan itu disampaikan Buya Yahya saat menjawab pertanyaan mengenai wanita yang bekerja di lingkungan yang mengharuskannya menggunakan make up tebal, namun tetap harus menjalankan ibadah salat dan berwudhu.
Menurut Buya Yahya, seorang muslimah harus mengutamakan kewajiban ibadah di atas kepentingan lainnya.
Jika make up yang digunakan berpotensi mengganggu keabsahan wudhu, maka harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum berwudhu.
"Harus rela menghapus bedaknya demi keabsahan salat," ujar Buya Yahya dalam ceramahnya dikutip Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, apabila air yang digunakan untuk membasuh wajah bercampur dengan bedak yang masih menempel hingga warna bedak masih terlihat jelas, maka wudhu tidak sah.
Baca juga: Suami Tak Mampu Memberi Nafkah, Bolehkah Istri Menolak Melayani? Ini Penjelasan Buya Yahya
Sebab, air tersebut telah bercampur dengan zat lain sehingga tidak lagi berfungsi untuk menyucikan.
Selain itu, Buya Yahya juga menyoroti penggunaan make up yang sangat tebal hingga membentuk lapisan seperti "dempul" yang menutupi permukaan kulit.
Dalam kondisi seperti itu, air wudhu tidak dapat menyentuh kulit secara langsung sehingga wudhu menjadi tidak sah.
"Kalau bedaknya menempel dan air tidak sampai ke kulit karena terhalang oleh bedak, itu tidak sah," jelasnya.
Karena itu, Buya Yahya menyarankan agar wanita yang masih harus bekerja dengan tuntutan penampilan tertentu tetap mengutamakan syariat.
Caranya dengan membersihkan make up sebelum berwudhu, kemudian dapat merias kembali setelah selesai menjalankan ibadah jika memang diperlukan untuk pekerjaan.
Baca juga: Buya Yahya Ungkap Bahaya Membuka Aib Zina kepada Anak, Bisa Berdampak pada Masa Depannya
Dalam ceramah tersebut, Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara karier dan kewajiban kepada Allah SWT.
Menurutnya, keberkahan hidup tidak hanya ditentukan oleh banyaknya penghasilan, tetapi juga oleh ketaatan dalam menjalankan perintah agama.
Ia menegaskan bahwa salat dan ibadah lainnya tidak boleh dikorbankan demi pekerjaan atau penampilan.
| Suami Tak Mampu Memberi Nafkah, Bolehkah Istri Menolak Melayani? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Buya Yahya Kritik Keras Tradisi Minta Sorban hingga Cincin Ulama untuk Ngalap Berkah: Rampok Halus |
|
|---|
| Buya Yahya Ungkap Bahaya Membuka Aib Zina kepada Anak, Bisa Berdampak pada Masa Depannya |
|
|---|
| Punya Masa Lalu Zina, Perlukah Mengaku kepada Calon Suami atau Istri? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Istri Sering Chat dengan Pria Lain? Buya Yahya Beri Peringatan soal Bahaya yang Mengintai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-sedang-berwudhu.jpg)