Pulau Banyak Barat Butuh Feri
Warga Pulau Banyak Barat, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, membuka jalur pelayaran kapal feri ke wilayah
Taufik anggota DPRK Aceh Singkil asal Pulau Banyak Barat, Selasa (13/3) mengatakan, masyarakat yang ingin ke luar harus menunggu tumpangan boat pengangkut ikan. Jadwalnya dua kali seminggu, terkadang tidak sama sekali. Sementara kalau naik speed boat, masyarakat tidak mampu lantaran ongkosnya cukup mahal.
“Selama ini warga Pulau Banyak Barat yang ingin ke Singkil terpaksa numpang boat ikan, jadwalnya tidak tentu, kadang seminggu sekali, kadang tidak ada. Lihat situasi ikan yang mau dibawa atau muatan lain,” kata Taufik.
Syamsul Bahri, tokoh masyarakat Aceh Singkil menyatakan, pembukaan jalur pelayaran kapal feri merupakan solusi membuka isolasi Pulau Banyak Barat dengan wilayah lainnya di Aceh Singkil. Disebutkan, dengan adanya jadwal pelayaran feri yang jelas, arus transportasi barang dan jasa semakin lancar, ekonomi masyarakat pun dipastikan terangkat.
“Untuk mengatasi permasalahan transportasi bagi masyarakat Pulau Banyak Barat, Pemerintah Aceh Singkil, sepantasnya menyediakan kapal penyeberangan (feri),” ujar Syamsul Bahri.
Perjalanan naik boat dari Singkil ke Pulau Banyak Barat, sekitar enam jam, dengan tarif Rp 40.000 per orang. Sementara kalau menggunakan speed boat, harus dicarter dengan tarif Rp 1,5 juta sampai Rp 1,75 juta.
Di Haloban, ibukota Pulau Banyak Barat, sudah terdapat pelabuhan barang. Pada tahun 2013, Pemkab setempat merencanakan membangun pelabuhan feri, dengan sumber dana otsus.
Kapal feri dari Singkil, selama ini hanya melayani rute perjalanan sampai Pulau Balai, ibukota Pulau Banyak, bagi yang ingin meneruskan perjalanan ke Pulau Banyak Barat, harus menyambung menggunakan perahu nelayan dengan jarak tempuh satu sampai dua jam.(c39)