Sembilan Timses Cabup Aceh Tengah Bersatu
Tim sukses (timses) dari sembilan calon bupati (cabup)/wakil bupati (cawabup) Aceh Tengah bersatu untuk memprotes baliho kampanye
TAKENGON - Tim sukses (timses) dari sembilan calon bupati (cabup)/wakil bupati (cawabup) Aceh Tengah bersatu untuk memprotes baliho kampanye pasangan incumbent Ir H Nasaruddin/Khairul Asmara di jalan protokol Takengon. Aksi demo dilakukan di Kantor Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) Aceh Tengah di Jalan Lebe Kader, Takengon, Minggu (25/3) malam, sekira pukul 21.30 WIB.
Puluhan pendukung bersama tim sukses dari sembilan kandidat itu, mempertanyakan ketegasan Panwaslih Aceh Tengah, soal larangan pemasangan baliho di jalan protokol Kota Takengon. Karena, baliho milik pasangan incumbent Ir H Nasaruddin/Khairul Asmara, terlihat dipasang di sejumlah titik strategis di jalan protokol Takengon.
“Larangan pemasangan baliho di jalan protokol tercantum dalam peraturan bupati (Perbup) yang sebelumnya ditandatangani Nasaruddin, tetapi dia langgar sendiri,” kata Duski, salah seorang tim sukses pasangan Mahreje/Nasri Lisma di sela-sela aksi kepada Serambi di kantor Panwaslih, Minggu malam.
Menurut dia, baliho pasangan Ir H Nasaruddin/Khairul Asmara juga dipasang di pos jaga dan pagar sekolah. “Perbup soal pemasangan baliho dibuat sendiri oleh Nasaruddin, tetapi kenapa dia yang melanggar,” ujarnya. Dia menjelaskan kedatangan pihaknya ke kantor Panwaslih untuk mempertanyakan ketegasan petugas pengawasan pemilu ini.
Duski mengaku telah mengirim surat ke Panwaslih perihal pelanggaran itu, tetapi belum ada juga tindakan nyata di lapangan. “Kami sudah kirim surat ke Panwaslih, tetapi tidak ada tanggapan, sehingga aksi demo ini terjadi,” tambahnya.
Sedangkan kedatangan para timses ini diterima langsung Ketua Panwaslih Aceh Tengah, Yunadi Harun. Tetapi, dalam dialog langsung tersebut, sempat terjadi perdebatan sengit karena masing-masing memiliki argumen kuat. Para pendukung itu juga mempertanyakan status Nasaruddin saat menyampaikan visi misi di gedung DPRK.
“Pada saat penyampaian visi misi beberapa hari lalu, Ir H Nasaruddin belum cuti dari jabatannya sebagai Bupati Aceh Tengah. Padahal, dia seharusnya sudah cuti sebagai calon dalam penyampaian visi-misi itu,” tambah Duski. Sebagian lainnya sempat melontarkan kata-kata keras dengan mengancam mencabut baliho incumbent yang menyalahi aturan.
“Kalau panitia pengawas pemilih ini tidak berani, biar kami yang cabut baliho,” teriak salah seorang dari tengah kerumunan orang. Namun, aksi demo damai itu berlangsung aman, tanpa insiden apapun karena juga dikawal aparat keamanan sampai pukul 23.30 WIB.(c35)