Jumat, 15 Mei 2026

PKK Galus Serahkan Hadiah Gammawar

Pengurus PKK Gayo Lues (Galus) membantah keras dugaan bagi-bagi duit kepada warga Desa Suri Musara, Kecamatan Pantan Cuaca

Tayang:
Editor: bakri
BLANGKEJEREN - Pengurus PKK Gayo Lues (Galus) membantah keras dugaan bagi-bagi duit kepada warga Desa Suri Musara, Kecamatan Pantan Cuaca seperti dugaan LSM GemPAR. Desa tersebut mendapat hadiah sebagai pemenang lomba Desa Gammawar (Gampong Mawaddah Warahmah) yang diserahkan bertepatan dengan kampanye cabup yang bermoto ‘Lanjutkan’ pada Sabtu (24/3) lalu.

“Duit yang diberikan kepada warga Desa Suri Musara, saat pagelaran kampanye seperti yang direkam dan dipantau LSM GemPAR merupakan hadiah untuk desa pemenang lomba Gammawar,” jelas Ketua PKK Galus, Nurmani di depan gedung DPRK Galus, Selasa (27/3) siang. Dia beralasan, ibu-ibu desa tersebut terus mendesak hadiah, sehingga diserahkan yang bertepatan dengan kampanye cabup.

Nurmani, didampingi beberapa pengurus anggota PKK lainnya menyebutkan uang Rp 3 juta tersebut merupakan hadiah lomba desa kelompok Gammawar. “Bukan bagi-bagi duit seperti dijelaskan LSM GemPAR,” kata Nurmani, dibenarkan beberapa anggota lainnya. Dia menjelaskan, awalnya direncanakan diberikan seusai Pilkada, tetapi karena ibu-ibu desa itu mendesak, sehingga diserahkan yang kebetulan bertepan dengan jadwal kampanye.

“Uang Rp 3 juta diterima langsung oleh salah satu ibu bernama Seripah, lengkap dengan kwitansi penerimaan,” tambahnya seraya memperlihatkan bukti kwitansi. Dilaporkan, para pengurus PKK Galus datang dengan dua mobil dinas, salah satunya mobil Camat Dabung Gelang.

Namun, sempat keluar kata-kata tak sopan dari salah seorang angggota PKK kepada para wartawan. “Itu anak-anak, tidak usah didengarkan,” ujar Ketua PKK Nurmani, istri Asisten I Syeh Nurdin. Bahkan, salah seorang anggota PKK dengan nama panggilan Mala meminta pengurus lainnya naik mobil untuk mencari Ketua LSM Gempar.

“Ayo kita cari dia,” ujarnya seraya naik ke mobil dinas Camat Dabung Gelang yang disopiri Camat Khairuddin. Sebelum membubarkan diri, para pengurus PKK Galus itu menyatakan akan menemui Burhanuddin untuk diajak kembali ke Desa Suri Musara untuk menjelaskan persoalan sebenarnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Galus Muhammad Amru meminta para pengurus PKK untuk tidak emosi seperti anak kecil. “Kalau memang ingin membuat klarifikasi, maka harus dengan sabar dan tidak perlu emosi seperti anak kecil,” sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, serahterima uang Rp 3 juta/KK tersebut dibuktikan dengan kwitansi yang mengatasnamakan bantuan dari Tim Penggerak PKK Galus. Sasaran ‘bantuan’ adalah masyarakat yang sudah dipastikan sebagai pendukung cabup bersangkutan. Calon penerima dikumpulkan di salah satu rumah tim sukses cabup bersangkutan. Namun ada juga yang dikumpulkan di balai pertemuan dan di TPA di beberapa desa lainnya.(c40)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved