BEM Se-Aceh Demo Kenaikan BBM
Demonstrasi menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) berlangsung di Lhokseumawe dan Langsa
LHOKSEUMAWE – Demonstrasi menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) berlangsung di Lhokseumawe dan Langsa, Rabu (28/3) kemarin. Di Lhokseumawe, puluhan mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Aceh berunjuk rasa di Lapangan Hiraq. Kemudian, 50 anggota DPD Hizbut Tahrir Indonesia Kota Langsa demo di depan kantor pos setempat, berlanjut ke samping Kantor Bappeda Aceh Timur.
Demo perwakilan BEM se-Aceh yang dipusatkan di Lhokseumawe itu mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian. Selain menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, mereka juga menghendaki agar pilkada di Aceh benar-benar berlangsung damai.
Pantauan Serambi, sekitar pukul 10.30 WIB, puluhan mahasiswa bergerak dari Kampus STAIN lama di Desa Lancang Garam. Sambil mengusung poster, mereka berjalan kaki menuju Lapangan Hiraq. Di tempat ini para perwakilan BEM dari seluruh Aceh gantian berorasi menuntut agar pemerintah tidak menaikan harga BBM.
Koordinator aksi, Zulfahmi, menyatakan kebijakan menaikkan harga BBM saat ini sudah pasti akan menyengsarakan rakyat. Oleh karenanya, BEM seluruh Aceh mendesak pemerintah membatalkan rencana tersebut.
Massa mahasiswa juga meminta pemerintah dan Polri mengusut tuntas oknum-oknum yang sengaja menimbun BBM, sehingga menyebabkan krisis BBM di sejumlah daerah.
Terkait Pilkada Aceh, mahasiswa yang berunjuk rasa mendesak Polda Aceh dan jajarannya mengusut tuntas pelaku teror dan kekerasan terkait pilkada.
Mahasiswa juga menuntut adanya jaminan keamanan bagi masyarakat Aceh selama proses pilkada dan mendesak semua elemen yang terlibat dalam pilkada untuk berlaku profesional dan menaati setiap peraturan.
Usai berorasi, massa mahasiswa itu membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 12.00 WIB.
Pantauan Serambi, sejak pukul 08.00 WIB, baik polisi maupun TNI mulai melakukan pengamanan aksi demo tolak BBM ini. Lokasi yang diamankan adalah Lapangan Hiraq dan Simpang Jam Kota Lhokseumawe. Dua lokasi ini sepenuhnya diamankan polisi. Sedangkan Depo Pertamina Lhokseumawe dijaga oleh Brimob dan TNI.
Sementara itu, 10 mahasiswa dari Fakultas Hukum Unimal dan FKMA menggelar aksi damai di Kampus BI kawasan Line Pipa Muara Satu Lhokseumawe. Aksi tersebut dimulai pukul 11.00, berakhir 12.00 WIB. Dalam aksi itu, mereka menolak kenaikan BBM. “Kami juga mendesak agar SBY-Boediono turun dari jabatanya karena kebijakannya menaikkan harga BBM,” kata Koordinator Aksi, Fery Afrizal.
Dari Langsa dilaporkan, puluhan anggota Dewan Pimpinan Daerah Hizbut Tahrir Indonesia (DPD HTI) Kota Langsa kemarin menggelar orasi simpati menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Bagi HTI, kenaikan harga dan pembatasan BBM bersubsidi sama artinya dengan pengurangan subsidi BBM dan memaksa rakyat beralih ke BBM nonsubsidi seperti Pertamax.
Amatan Serambi, sekitar 50 anggota DPD HTI Kota Langsa sekitar pukul 10.00 WIB berkumpul di Masjid Raya Darul Falah Langsa, lalu jalan kaki di jalan protokol A Yani, dan bergerak ke simpang traffic light di depan Kantor Pos Langsa. Kemudian anggota HTI tersebut menggelar orasi di samping Kantor Bappeda Aceh Timur.
Anggota HTI juga membagi-bagikan selebaran penolakan rencana kenaikan harga BBM kepada warga yang melintasi pertigaan kantor pos tersebut. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari puluhan anggota Polres Langsa.
Koordinator aksi, Iqbal SHI, dalam orasinya mengatakan, kenaikan harga BBM ini akan memaksa rakyat beralih ke BBM nonsubsidi seperti Pertamax, dan inilah yang ditunggu perusahaan migas asing yang memiliki SPBU, seperti Total (Italia) dan Shell (Belanda).
Dengan adanya kenaikan harga BBM dan pembatasan subsidi, maka seluruh pengguna mobil pribadi terpaksa menggunakan bahan bakar yang kadar oktannya lebih tinggi seperti Pertamax atau bensin yang diproduksi oleh SPBU asing tersebut. Hal ini merugikan Pertamina.
Usai menggelar orasinya, pukul 11.30 WIB siang, massa HTI kembali ke Masjid Raya Darul Falah dan membubarkan diri di sana. (bah/c42)