Minggu, 26 April 2026

MPU Serukan Pilkada tanpa Intimidasi

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, menyerukan kandidat kepala daerah beserta tim sukses untuk menghindari

Editor: bakri
* Gubernur Ajak Rakyat Berdoa dan Zikir Bersama

BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, menyerukan kandidat kepala daerah beserta tim sukses untuk menghindari tindakan intimidasi, fitnah, politik uang, dan kegiatan lain yang bertentangan dengan syariat Islam.

Desakan ini tertuang dalam salah satu butir tausiyah Musyawarah Besar Ulama Aceh di Asrama Haji Banda Aceh, Kamis (29/3). Mubes MPU yang dimulai tanggal 26 Maret 2012, ditutup secara resmi oleh Pj Gubernur Aceh Tarmizi A Karim. Hadir Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Adi Mulyuno, Pj Wali Kota Banda Aceh T Saifuddin, serta beberapa pejabat daerah lainnya.

Selama empat hari bermusyawarah, para ulama Aceh berhasil merumuskan program kerja lima tahun ke depan, serta memilih 45 dari 47 anggota MPU periode lima tahun ke depan. Ulama juga berhasil merekomendasikan berbagai persoalan yang dihadapi umat di Aceh, salah satunya terkait dengan pelaksanaan pilkada.

Sekretaris panitia, Dr Tgk H Gani Isa membacakan tausiyah terkait kondisi kekinian pilkada . Pertimbangan ulama mengeluarkan seruan ini, kata A Gani Isa, karena masalah pemerintahan dan kehidupan bernegara adalah masalah yang mendasar serta diatur dalam Islam.

Pemilihan kepala daerah merupakan bagian dan tuntunan agama Islam untuk memilih penyelenggara negara yang baik dalam upaya menerapkan syariat Islam, mewujudkan kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Pertimbangan lain, ujar A Gani Isa, untuk terselenggaranya pemeritahan yang baik maka perlu menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam serta peran aktif masyarakat secara optimal.

Pj Gubernur Aceh Ir Tarmizi A Karim dalam pidato penutupan menyambut baik seruan ulama terkait pilkada. Hendaknya apa yang sudah disuarakan oleh ulama diimplementasikan ke lapangan oleh para calon kepala daerah dan tim sukses mereka. “Rekomendasi ini saya akan serahkan ke setiap kabupaten dan kota untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Tarmizi berharap, pilkada bisa berlangsung sesuai jadwal, tanggal 9 April. Semua persiapan sudah rampung sehingga bisa digelar pada waktu yang telah ditentukan.

Ia berharap, pada calon maupun tim sukses kepala daerah agar menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. “Memilih pemimpin adalah ibadah, apalagi kalau nantinya lahir pemimpin yang bisa diteladani serta mampu mensejehterakan masyarakat dunia dan akhirat berlandaskan syariat Islam. Agar lahir pemimpin teladan maka jangan mengancam dan mengitimidasi orang. Aceh harus dibangun dengan konsep iman dan taqwa,” ujar Tarmizi.

Ia berharap, pilkada Aceh berlangsung damai, tenteram, serta rakyat yang akan memilih pemimpin tidak terancam. Tarmizi mengajak ulama menggemakan zikir dan doa di meunasah, dan masjid serta penyerukan pada umat untuk pilkada berlangsung damai. Lembaran seruan zikir sudah disampaikan ke setiap daerah, kata Tarmizi.

Sebelumnya, Ketua MPU Aceh Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA, Mubes ulama Aceh berlangsung aman, damai, dan lancar. Dari proses beberapa hari, MPU telah berhasil memilih anggota baru yang nantinya nama-nama anggota terpilih diajukan ke pemerintah Aceh untuk proses administrasi.

Sedangkan Ketua Panitia Mubes, Drs HA Khalid MSi melaporkan tentang perjalanan Mubes. Ia berterima kasih atas partisipasi semua pihak sehingga acara berlangsung sukses. “Saya sempat minta penambahan dana untuk MPU pada pak gubernur,” ujar Khalid kepada Serambi, seusai acara.(swa)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved