Dikatai 'Binatang' Keuchik Geruduk DPRK
Seratusan orang keuchik dari berbagai desa dan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (7/4) sore, tiba tiba
BLANGPIDIE - Seratusan orang keuchik dari berbagai desa dan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (7/4) sore, tiba tiba menggeruduk gedung DPRK setempat. Usut punya usut, tindakan ‘pengepungan’ itu menyusul kata ‘binatang’ yang dilontarkan seorang ‘polem’ dewan yang bernama, M Nasir, terhadap Keuchik Alue Jeureujak, Kecamatan Babahrot, Abdya.
Polisi terpaksa diturunkan untuk menjaga segala kemungkinan. Sempat terjadi kebuntuan dialog anatar para keuchik dengan jajaran pimpinan DPRK Abdya, Elizar Lizam dan Rusman, hingga akhirnya sore itu juga, M Nasir dijemput oleh pimpinan dewan untuk dihadirkan kembali ke gedung DPRK.
Tak ayal terjadi dialog yang sempat menegangkan antara para keuchik dengan M Nasir cs. Walhasil, M Nasir meminta maaf sambil menagis sesungukan.
Info yang dihimpun menyebutkan, adalah M Nasir yang diakui para keuchik yang melontarkan kata ‘binatang’ kepada Keuchik Aluer Jerjak, Kecamatan Babahrot di dalam ruangan rapat paripurna DPRK, yakni beberapa saat acara penyampaian rekomendasi DPRK tentang LKPJ-AMJ Bupati periode 2007-2012 usai, kemarin.
Kata-kata binatang itu bukan hanya didengar oleh sejumlah anggota dewan, namun PJ Bupati Abdya Azhari Hasan dan sejumlah pejabat lainnya juga masih berada di dalam ruangan sidang itu.
Sempat terjadi perang mulut antara Musliadi dengan Nasir, namun hal itu cepat dilerai oleh anggota dewan yang berada di sekitar itu.”Kalau saya pribadi dibilang binatang tidak menjadi persoalan. Tapi ini atas nama keuchik,” kata Musliadi, Keuchik Alur Jeurjak.
Walhasil, ‘kata kata mutiara’ M Nasir itu menggelinding ke telinga keuchik lain.
Walhasil, seratusan keuchik dari berbagai desa dan kecamatan yang dikomandoi Ketua Forum Komunikasi Keuchik-Kabupaten (FK3) Abdya, T Cut Rahman sekitar pukul 14.30 WIB mendatangi gedung DPRK bermaksud mencari anggota DPRK M Nasir.
Akhirnya unsur pimpinan dewan itu dengan didampingi Keuchik Krueng Batee, M Ali menjemput M Nasir di kediamannya di Desa Krueng Batee, jarak sekitar 15 Km. Sekitar 1 jam berikutnya, yakni sekitar sekitar pukul 16.20 WIB pimpinan dewan bersama M Nasir tiba ke gedung dewan.
Pertemuan itu semakin tegang, karena M Nasir tidak mengakui mengucapkan kata-kata itu. Belakangan, M Nasir dengan linangan air mata mengatakan demi perdamaian dan citra kechik ia mengakui dan mencabut kata-kata kotor yang pernah diucapkan. “Saya dengan Musliadi itu senasib, pernah makan sepiring berdua di rantau. Saya mengaku tidak menyangka senda gurau ini bisa berujung seperti ini,” ujarnya sembari mengharapkan hubungan baik selama ini tidak dipudarkan oleh masalah tersebut. Nah...inilah yang dikatakan mulutmu harimaumu.(az/nur)