Tafakur
Bismillah
Barangsiapa memilih seseorang menjadi pemimpin untuk suatu kelompok, yang di kelompok itu ada orang yang lebih diridhai Allah dari pada orang
“Barangsiapa memilih seseorang menjadi pemimpin untuk suatu kelompok, yang di kelompok itu ada orang yang lebih diridhai Allah dari pada orang tersebut, maka ia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman” (HR. al Hakim)
Memulai hari, sepantasnya membiasakan diri mengucapkan bismillahirrahmanirrahim sebagai syarat penting bergantung kepada Allah. Apalagi tak sedikit di antara pilihan yang harus dilakukan setiap hari, tak terkecuali memilih pemimpin, kadangkala jauh dari ridha Allah. Dengan bergantung kepada Allah, insya Allah pilihan yang diberikan akan tertuntun sejalan dengan petunjukNya.
Sebagaimana disebutkan dalam petunjuk Alquran dan hadits, betapa besar dosa sengaja memilih pemimpin dari orang yang tak sepatutnya. Seperti memilih orang yang suka berbuat kemungkaran, yang kalau memilihnya berarti ikut menyokong atau melegalkan terjadinya berbagai kemungkaran selanjutnya. Lebih-lebih di saat yang sama mengabaikan calon yang lebih baik dari segi kualitas ilmu, pengalaman, dan ketaatannya kepada Allah.
Tidak memilih pun bukan jalan keluar yang bijak. Sebab, itu juga sama halnya dengan tidak mengganjal hawa nafsu orang-orang ingkar untuk menjadi pemimpin. Memilih juga tidak mudah, lebih-lebih bila terdapat calon-calon dari orang-orang dekat, kerabat, anggota kelompok, atau bahkan keluarga sendiri. Tapi, itulah di antara keagungan ajaran Islam, yang sangat mementingkan keikhlasan hati demi kebenaran, ketimbang pertimbangan kedekatan atau keluarga. Dengan demikian, menjadi orang mukmin mensyaratkan ketegasan dengan niat karena Allah. Dan samasekali bukan niat karena Allah, bila tujuan memilih untuk keburukan.