Pemerintah Setujui Kilang Arun Jadi Terminal Gas
Pemerintah pusat sudah menyetujui sekaligus memastikan bahwa kilang gas Arun di Batuphat, Kecamatan Muara Satu
Informasi tentang disetujuinya alih fungsi kilang gas Arun itu disampaikan Vice President PT Arun NGL Co, Fuad Buchari, kepada Serambi di Lhokseumawe Kamis (12/4). Malah, menurutnya, Pertamina sudah ditunjuk Menteri BUMN untuk menyelesaikan semua persiapan alih fungsi tersebut. Termasuk pemasangan pipa gas dari Lhokseumawe ke Sumut pada akhir tahun 2013.
Baru-baru ini, kata Fuad Buchari, berlangsung rapat koordinasi antara Wakil Presiden RI dengan pihak BUMN terkait pengalihan fungsi kilang gas Arun. Sebagai tindak lanjutnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan telah memerintahkan Pertamina agar melanjutkan proses revitalisasi kilang PT Arun untuk dijadikan terminal gas.
“Dengan adanya perintah itu, berarti sudah jelas bahwa pemerintah pusat telah menyetujuinya proyek ini,” tukas Fuad.
Bahkan Menteri BUMN, menurut Fuad, sudah meminta Pertamina agar merampungkan semua persiapan itu paling lambat pada akhir 2013. Termasuk pemasangan pipa distribusi gas dari PT Arun ke wilayah Sumut. Sebab, gas elpiji yang nantinya diolah di kilang Arun itu juga untuk memenuhi kebutuhan konsumen gas di Sumut.
“Apabila Pertamina tidak mampu menyelesaikan pemasangan pipa ke Sumut pada akhir tahun 2013, maka Pertamina wajib mencari alternatif pemasokan gas ke Sumut, selama pipa distribusi gas tersebut belum selesai dibangun,” ujar Fuad Buchari.
Saat disinggung tentang alokasi gas untuk terminal baru ini, Fuad mengaku belum mendapatkan informasi konkret. Namun, dengan adanya instruksi ini, menurutnya, sudah pasti ada persiapan pasokan gas yang telah direncanakan pemerintah untuk kilang Arun.
“Persiapan pengalihan fungsi kilang Arun sendiri, proses engineering-nya sudah berjalan. Bahkan berbagai proyek akan berjalan dalam proses pengalihan ini. Paling telat Mei ini sudah mulai ditenderkan oleh Pertamina,” jelasnya.
Sebelumnya Fuad mengatakan kepada Serambi, dengan memanfaatkan kilang Arun sebagai terminal gas untuk Aceh dan Sumut, berarti pemerintah menghemat uang negara 200 juta dolar.
“Kalkulasinya, bila proyek serupa tetap dijalankan di Belawan, maka akan membutuhkan modal 600 juta dolar, itu pun hanya untuk kebutuhan gas Sumatera Utara saja. Sedangkan apabila dilakukan di kilang Arun, maka hanya butuh modal sekitar 400 juta dolar. Tapi hasilnya mampu menyuplai gas untuk kebutuhan dua provinsi sekaligus: Aceh dan Sumatera Utara,” sebut Fuad.
Fuad juga menerangkan bahwa untuk pengiriman LNG ke Korea pada tahun 2012 PT Arun sebenarnya punya kuota 23 kapal. Namun, ada kebijakan pemerintah bahwa enam kapal LNG dari PT Arun untuk tahun ini harus disuplai kepada PT PIM, sehingga yang dikirim ke Korea hanya 17 kapal. “Sedangkan yang sudah dikirim tahun ini ke Korea enam kapal. Jadi, tinggal sebelas kapal lagi,” sebut Fuad.
Ketua DPRK Lhokseumawe, Saifuddin Yunus menyatakan sangat gembira mendengar informasi tentang alih fungsi kilang gas Arun menjadi terminal gas. Sebab, dengan pengalihan itu maka akan sangat menguntungkan masyarakat Lhokseumawe khususnya dan Aceh umumnya. Apalagi wilayah distribusinya untuk Aceh dan Sumut.
“Namun demikian, kita sangat mengharapkan, dari proses pengalihan hingga beroperasi nantinya, tenaga kerja lokallah yang diprioritaskan,” demikian Saifuddin. (bah)