Pilkada Gayo Lues
Perkantoran Tutup Total
Unjuk rasa kolosal para pendukung calon bupati/wakil bupati yang minim perolehan suaranya pada Pilkada Gayo Lues (Galus)
Sejumlah dinas dan badan kantornya tutup total. Tidak kelihatan seorang pegawai pun. Sedangkan beberapa kantor dinas dijaga ketat oleh petugas keamanan, mulai dari Satpol PP, polisi, hingga aparat TNI.
Pantuan Serambi, sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemkab Galus masih tutup total sejak Selasa (11/4), tiga hari pascapilkada. Namun, Kamis kemarin mulai ada sejumlah PNS yang masuk kantor untuk menjalankan aktivitas seperti biasanya. Akan tetapi, mayoritas pelayanan kantor dinas masih lumpuh total.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, lumpuhnya pelayanan publik lumpuh di sejumlah kantor pemerintah tersebut akibat para PNS ketakutan bekerja. Mereka khawatir sedang asyik bekerja, tiba-tiba datang massa untuk membakar kantor ataupun fasilitas umum, seperti yang mereka lakukan terhadap kantor KIP dan lima kantor camat di kabupaten itu, Rabu (11/4) sore.
Sebagian kepala dinas malah menyuruh bawahannya untuk menyatakan ia sedang dinas ke luar daerah. Karena kepala dinas tidak masuk kantor, anak buahnya pun ikut-ikutan tak ngantor. Akibatnya, pelayanan sektor publik terkendala total.
“Kita sangat menyesalkan pelayanan publik di Gayo Lues lumpuh total dalam dua hari terakhir. Tentulah ini akibat kurang tegasnya pimpinan daerah,” kata M Hasan, pegiat LSM Suara Anak Gayo (Suaga) kepada Serambi kemarin.
Menurut M Hasan, banyaknya PNS yang tidak masuk kantor karena masih trauma dengan kejadian kisruh pilkada dalam dua hari terakhir yang ditandai dengan pembakaran kantor KIP dan lima kantor camat.
“Kasihan, hampir keseluruhan kantor pemerintahan di kabupaten ini tutup. Hanya sebagian kecil pegawai yang berani masuk kantor, selebihnya dicekam ketakutan,” kata M Hasan.
Fenomena lain, sejumlah mobil dinas pejabat teras di kabupaten itu mendadak diganti pelat nomor polisinya dari merah menjadi pelat hitam. Termasuk sejumlah mobil yang diparkir di pintu samping pendapa bupati setempat.
Penjabat Bupati Galus, Drs Cipta Hunai yang ditanyai Serambi mengaku tidak pernah mengeluarkan instruksi kepada PNS di lingkungan pemkab untuk libur alias tidak masuk kantor dalam dua hari terakhir.
Saat dikonfirmasi, Pj Bupati Galus itu mengatakan pelayanan di kantor dinas dan badan sebetulnya tidak lumpuh. Sebab, ada kepala dinas dan badan yang tetap masuk kantor, meski demonstran masih menguasai pusat kota. Ada juga kepala dinas yang hanya datang ke pendapa menjumpai dan berkonsultasi dengan Pj Bupati Galus.
“Sama sekali tak ada instruksi untuk libur dan tidak masuk kantor selama unjuk rasa massa yang menuntut pilkada diulang, masih berlangsung. Kepala dinas banyak yang merapat ke saya di pendapa,” ujar Pj Bupati Cipta Hunai.
Amatan Serambi, di antara kantor dinas dan badan yang tutup kemarin adalah Dinas Disprindakop, Perhubungan, Distamben, BPM, Inspektorat, DPKD, BKPP, Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Beberapa kantor lainnya buka, tapi sepi pegawai yang masuk. (c40)