Jumat, 28 November 2014
Serambi Indonesia

Semua Pihak Harus Cepat Tanggap

Sabtu, 14 April 2012 13:40 WIB

INSIDEN kekerasan yang mewarnai protes pascapemungutan suara di Kabupaten Gayo Lues, menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan di Aceh. Banyak yang berharap, semua pemangku kepentingan, mulai dari para kandidat, ketua partai politik, Komisi Independen Pemilihan (KIP), Panitia Pengawas, Kepolisian, Kejaksaan, DPRK, dan pihak terkait lainnya, cepat tanggap terhadap protes-protes  yang melibatkan massa pascapemungutan suara.

“Peristiwa pembakaran kantor KIP dan lima kantor camat di Gayo Lues harus menjadi pelajaran berharga bagi kita. Jangan sampai peristiwa yang merusak suasana demokrasi itu terulang karena lambatnya respons dari pihak terkait,” kata Dosen Fakultas Hukum Unsyiah, M Adli Abdullah, kepada Serambi Jumat (13/4), menanggapi fenomena protes pascapilkada, termasuk aksi unjukrasa di Takengon, Aceh Tengah, kemarin.

Adli menyatakan, dalam kasus di Aceh Tengah ini, semua pihak, terutama KIP, Panwas, dan DPRK, harus merespons cepat dan memberikan solusi yang bisa menenangkan massa. “Jangan sampai tanggapan atau pun solusi yang ditawarkan bisa memancing emosi massa,” kata Adli mengingatkan.

Di pihak lain, Adli juga mengingatkan para kandidat dan pimpinan parpol pengusung untuk mengendalikan para pendukung dan simpatisan mereka dalam berunjuk rasa.

“Mereka perlu diberi pencerahan, bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Tapi malah akan menimbulkan masalah yang lebih besar.  Demonstrasi boleh saja asal tidak anarkis, tapi semua persoalan itu harus diselesaikan melalui jalur hukum, karena sudah ada mekanisme yang mengaturnya,” kata kandidat doktor bidang kajian kebijakan dan antarbangsa, di University Sains Malaysia ini.

Adli berharap, pihak yang menang dalam pilkada supaya tidak merasa ego. “Yang menang harus bisa membangun rekonsiliasi dengan merangkul pihak-pihak yang kalah, demi membangun Aceh ke arah yang baik. Pengalaman konflik sudah cukup memberi pelajaran kepada kita. Jangan karena kepentingan politik lima tahun, akan banyak nyawa melayang sia-sia,” demikian Adli Abdullah.(nal)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas