Kadis DKP Pidie Diancam Tembak
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie, Ir Said Ramadhan mengaku diancam tembak
SIGLI - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie, Ir Said Ramadhan mengaku diancam tembak oleh empat pria yang berasal dari Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, karena pihak pengancam tidak kabagian paket proyek dari dinas tersebut. Kasus ini sedang diusut polisi.
Pengancaman itu, masih menurut Said Ramadhan, terjadi Jumat (20/4) sekira pukul 12.12 WIB. “Mereka coba untuk menculik dan menggiring saya ke dalam mobil untuk dieksekusi. Tapi, karena saya bersikeras melawan, akhirnya mereka gagal melampiaskan hasratnya,” aku Said Ramadhan kepada Serambi, Jumat sore.
Peristiwa itu, menurut Said, terjadi saat ia sedang menikmati kopi di dalam warung kopi Jurong Peukan, Kota Sigli. Persisnya di pinggir jalan nasional. Tiba-tiba datang empat pria yang berinisial Kr, Bs, Js, dan Md naik mobil Avanza BL 643 JT dan memarkir kendaraannya di halaman Kantor Dinas Perhubungan Pidie. Kantor itu hanya berjarak beberapa meter dari warkop tempat Said minum.
Begitu sampai di warung, kata Said, keempat pria itu mendekatinya. Baru sebentar “bertatap muka”, sudah terjadi cekcok. Said dipegangi dan digiring paksa untuk masuk ke dalam mobil Avanza yang mereka parkir. Tapi Said melawan dengan cara meronta-ronta.
Begitu terlepas dari pegangan pria yang membawanya, Said berupaya lari ke dalam warung. Aksi kejar-kejaran ala petak umpet pun terjadi di dalam warkop itu, sampai akhirnya mereka mengancam tembak Said. “Saya diancam tembak saat berada di dalam warung kopi itu,” ungkap Said.
Setelah mengeluarkan ancaman, keempat pria itu pun pergi. Apalagi saat itu ada beberapa pengunjung di warung tersebut. Sepeninggal para pria yang mengancamnya, Said pun membuat pengaduan ke polisi. “Saya segera membuat pengaduan ke polisi sebagai langkah untuk pengamanan diri saya,” ujarnya.
Kapolres Pidie, AKBP Dumadi SStMk yang didampingi Pj Kasat Reskrim AKP Aiyub kepada Serambi mengatakan, hingga saat ini laporan pengaduan dari Said Ramadhan belum diterima polres secara resmi, sehingga pihaknya belum bisa menindaklanjutinya.
“Namun, kami telah menugaskan sejumlah personel ke rumah korban di Blang Paseh, Sigli, untuk dimintai keterangan terkait aksi pengancaman tersebut. Yang jelas, kami terus mendalami kasus ini,” ujar Kapolres Pidie. (c43)