Gempa Aceh
Isu Gempa di Aceh Tidak Benar
Masyarakat juga diimbau untuk tidak meneruskan SMS-SMS gempa bumi yang mencantumkan prediksi gempa 12 SR tersebut dan waktu terjadinya

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Isu yang beredar melalui
layanan pesan singkat (SMS) di masyarakat bahwa akan terjadi gempa bumi
12 skala Richer (SR) di sekitar Pulau Sumatera adalah tidak benar. M
asyarakat diminta tetap tenang dan waspada.
Demikian siaran pers
bersama Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) bersama Pusat Riset
Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, Badan
Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, I katan Ahli Geologi
Indonesia ( IAGI) Aceh, Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Aceh,
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia(MPBI), Radio Antar Penduduk
Indonesia (RAPI ), dan TAGANA, yang diterima Kompas, Kamis (26/4).
Siaran pers bersam ini bertujuan untuk mengklarifikasi isu gempa
tersebut.
Dalam siaran pers tersebut disampaikan bahwa dari sudut
pandang ilmiah, penggunaan SR (Skala Richter) seperti yang disampaikan
dalam SMS itu sebenarnya tidak dapat digunakan untuk gempa skala besar.
Gempa bumi dengan skala Richter h anya
sampai 10 SR atau lebih tepatnya 10 MW (dalam satuan yang hampir sama besar dengan SR).
Sumberi
nformasi yang dicantumkan di dalam SMS tersebut juga tidak dikenal
dalam lingkungan ilmuwan kegempaan dunia. Selain itu, sampai dengan saat
ini belum ada satu pun ilmuwan di dunia yang mampu memprediksikan kapan
terjadinya gempa secara tepat. Oleh karena itu, prediksi gempa yang
mengikutkan prediks i waktu adalah keliru dan meresahkan.
Masyarakat
juga diimbau untuk tidak meneruskan SMS-SMS gempa bumi yang
mencantumkan prediksi gempa 12 SR tersebut dan waktu terjadinya. Tokoh
masyarakat pun juga diminta untuk turut menangkan masyarakat yang kini
dicekam cemas oleh hadirnya SMS-SMS tentang gempa itu.
Hal yang
perlu dilakukan masyarakat saat ini adalah meningkatkan pemahaman dan
pengetahuan kebencanaan , seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan
longsor. Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan arahan yang
diberikan sumber resmi seperti BMKG, BPBA, dan BPBD kabupaten dan kota,
dan pemerintah daerah tanpa perlu panik atau khawatir berlebihan.
Untuk
informasi lebih lanjut, masyarakat dipersilahkan menghubungi BPBD Aceh
dengan telepon 0651-21265 atau ke BMKG Aceh dengan telepom 0651-4 2840.