AS dan Israel Serang Iran
Trump Hadapi Pilihan Sulit Usai Gagalnya Negosiasi dengan Iran
The New York Times melaporkan bahwa kegagalan Wakil Presiden AS, JD Vance, dalam memperoleh konsesi dari Iran selama negosiasi maraton di Islamabad
Ringkasan Berita:
- Negosiasi yang berlangsung lebih dari 21 jam itu berakhir tanpa kesepakatan.
- Pihak Amerika mengajukan proposal yang menuntut penghentian penuh program nuklir Iran, namun ditolak oleh Teheran.
SERAMBINEWS.COM - The New York Times melaporkan bahwa kegagalan Wakil Presiden AS, JD Vance, dalam memperoleh konsesi dari Iran selama negosiasi maraton di Islamabad bukanlah hal yang mengejutkan.
Namun, dampaknya kini menempatkan pemerintahan Presiden Donald Trump pada persimpangan sulit melanjutkan negosiasi panjang dengan Teheran atau kembali ke eskalasi militer.
Negosiasi yang berlangsung lebih dari 21 jam itu berakhir tanpa kesepakatan. Pihak Amerika mengajukan proposal yang menuntut penghentian penuh program nuklir Iran, namun ditolak oleh Teheran.
Baca juga: Netanyahu Berulang Kali Tekan Presiden AS untuk Serang Iran, hanya Trump yang Setuju
Washington disebut mengandalkan tekanan militer dari konflik sebelumnya untuk memaksa Iran menerima syarat tersebut.
Di sisi lain, Iran bersikukuh mempertahankan haknya atas program nuklir sebagai bagian dari komitmen dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.
Kegagalan ini kembali menghadirkan dua skenario utama bagi Amerika Serikat: melanjutkan jalur diplomasi yang panjang dan kompleks atau kembali ke operasi militer.
Kedua opsi tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama terhadap stabilitas pasar energi global, mengingat ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kedua pihak sama-sama mengklaim kemenangan pada putaran awal.
Washington menilai tekanan militernya efektif, sementara Iran menegaskan keberhasilannya bertahan tanpa memberikan konsesi. Kondisi ini dinilai memperkecil peluang tercapainya terobosan cepat dalam waktu dekat.
Sementara itu, sumber-sumber Pakistan yang dikutip Al-Araby Al-Jadeed mengungkapkan adanya sejumlah isu besar yang menghambat kemajuan negosiasi, terutama terkait Lebanon dan Selat Hormuz.
Wakil Presiden JD Vance disebut telah meninggalkan Islamabad setelah menyampaikan “tawaran terakhir dan terbaik” kepada Iran.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa pihak Amerika menolak memasukkan Lebanon dalam kesepakatan dengan Iran.
Delegasi AS, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, dilaporkan ingin menyerahkan sepenuhnya isu Lebanon kepada Israel, terpisah dari pembahasan dengan Iran.
Selain itu, isu Selat Hormuz juga menjadi titik rumit. Delegasi AS disebut berupaya menunda pembahasan kawasan tersebut ke tahap berikutnya tanpa melibatkan peran signifikan Iran.
Donald Trump
Negosiasi Panas di Islamabad
Negosiasi Nuklir Tak Pasti
Negosiasi Gagal
Negosiasi AS–Iran
Serambinews.com
Serambinews
| Pertama Kalinya, AS akan Mengebom Iran dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle jika Perang Berlanjut |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Melejit Tembus Rp1,7 Juta per Barel, Tanker Mulai Berani Tembus Selat Hormuz |
|
|---|
| Negara Teluk Kompak Tolak Tarif Transit Kapal Minyak di Selat Hormuz yang Dikutip Iran |
|
|---|
| Putin Turun Tangan, Tegaskan Rusia Beri Dukungan Penuh untuk Iran Melawan Agresi Amerika |
|
|---|
| Iran Tegaskan AS tak Lagi Bisa Mendikte Dunia, Selat Hormuz Jadi Kunci Negosiasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/trump-90ijk.jpg)