Pertamina Evaluasi Tangki Elpiji Arun
Pihak Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aset di Kompleks PT Arun, menyusul semakin pastinya akan terjadi
LHOKSEUMAWE - Pihak Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aset di Kompleks PT Arun, menyusul semakin pastinya akan terjadi pengalihan fungsi kilang Arun menjadi terminal gas. Dari sejumlah aset yang dievaluasi, pihak Pertamina mempertimbangkan untuk memfungsikan kembali tangki dan pelabuhan khusus elpiji, yang total asetnya diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun.
Vice President PT Arun, Fuad Buchari, Sabtu (27/4) mengatakan, untuk proses pengalihan kilang Arun, Pertamina sudah menggelar tender baik untuk masalah engineering atau pun pemasangan pipa sepanjang 250 km, dimulai dari Lhoksukon (Aceh Utara) hingga ke Pangkalan Susu (Sumatera Utara). Pekerjaan ini harus rampung pada tahun 2013.
“Dalam waktu dekat ini, para pihak yang ikut tender akan turun ke Arun untuk melihat-lihat, dan kemungkinan, pemenang tendernya akan diumumkan bulan Juni ini,” ungkap Fuad Buchari, di sela-sela penyerahan hadiah pada pemenang lomba penulisan artikel bagi wartawan dan mahasiswa se-Aceh, yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe bersama PT Arun, di Hotel Guest House Komplek perumahan PT Arun Batuphat, Lhokseumawe.
Seiring persiapan tersebut, kata Fuad, Pertamina dengan pihak Arun kini sedang melakukan evaluasi untuk memaksimalkan kembali pengunaan aset PT Arun. Salah satunya tangki epliji dan pelabuhan khusus elpiji.
Ia menyebutkan, tangki dan pelabuhan tersebut dibangun tahun 1988 dan hanya difungsikan selama 10 tahun. Artinya, sudah 10 tahun lebih fasilitas itu tidak difungsikan. “Kondisi aset masih bagus, hingga bila difungsikan nantinya maka biaya rehab tidak begitu besar, dibandingkan bila dibangun yang baru,” jelasnya.
Menurut Fuad, bila tangki dan pelabuhan elpiji bisa difungsikan nantinya, direncanakan akan menjadi tempat transit elpiji dari luar negeri, untuk kebutuhan elpiji ke seluruh Aceh, bahkan ditargetkan bisa menutupi kebutuhan elpiji di Sumatera. “Aset elpiji ini sangat besar, jadi bila tidak difungsikan tentu sangat merugikan negara,” demikian Fuad Buchari.(bah)