Tafakur
Pendukung Kezaliman
Barangsiapa membantu perbuatan sewenang-wenang mereka, maka ia bukan golonganku dan aku bukan golongan dia
“Barangsiapa membantu perbuatan sewenang-wenang mereka, maka ia bukan golonganku dan aku bukan golongan dia” (HR. Imam Ahmad).
Tanpa harus menyebut diri orang jahat atau berbuat jahat, setiap hamba bisa memiliki kemungkinan terjebak ke dalam jurang kejahatan. Sekurang-kurangnya menjadi pihak yang secara individu atau berkelompok ikut menyetujui atau merayakan pihak lain yang gemar berbuat kejahatan. Persetujuan ini tentunya tidak mesti diungkapkan dengan kata-kata, tetapi juga bisa tergambar dalam berbagai perilaku yang mengarah ke sana.
Sebagai orang yang sangat anti kejahatan, Rasulullah sallallahu alaihiwasallam memberikan peringatan keras terhadap orang-orang yang mendukung kejahatan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, Rasulullah dengan tegas menyebut orang-orang demikian bukan bagian dari umatnya. Beliau juga tak rela dirinya menjadi bagian dari orang-orang seperti itu. Tentunya, ini sebuah peringatan keras! Dengan demikian, keislaman dan dukungan terhadap kebaikan umat dari orang-orang yang berbuat demikian sangat patut dipertanyakan.
Karena itu, sepatutnya setiap insan yang ikhlas mengaku diri Muslim memiliki kesadaran tentang apa yang pantas dan tak pantas dilakukan setiap hari. Perlu hati-hati memilih di antara sekian banyak pilihan kata-kata dan aktivitas-aktivitas. Apalagi tak sedikit di antara kata-kata dan perbuatan itu bersifat menzalimi, mendukung kezaliman, atau lambat atau cepat berpotensi menimbulkan kejahatan (yang lebih luas). Dengan selektif seperti ini, insya Allah kita bisa terhindar dari menjadi pendukung kezaliman.